Terjemahan Jurnal “Ideopolitical shifts and changes in moral education policy in China” karya Wing On Lee a & Chi Hang Ho

Pengantar

Di China , pendidikan moral merupakan aspek yang selalu dikaitkan dengan bidang politik. Pendidikan moral ini setidaknya wajib dipelajari oleh tiap pelajar di China hingga tingkat perguruan tinggi. Hal ini karena pendidikan moral juga digunakan oleh Negara sebagai sarana sosialisasi politik, yaitu untuk  menanamkan ideologi dan nilai politik Negara kepada pelajar, maupun masyarakat secara luas. Karenanya, jenis pendidikan moral yang diterapkan mempengaruhi perubahan politik dan dipandang sebagai perubahan keadaan politik. Makalah tersebut akan menggambarkan bagaimana keterkaitan antara perubahan situasi politik dengan pendidikan Moral di China.

Pergeseran ideologi di China sejak 1978

Memasuki tahun 1990an, dunia menjadi saksi bagaimana ideologi Komunisme perlahan tapi pasti mulai ditinggalkan oleh negara – negara di benua Eropa. Meski demikian, China tetap menjadi satu negara yang tetap teguh mempertahankan ideologi Komunisme sebagai ideologi negaranya. Namun, Komunisme sebagai ideologi negara juga mendapat tantangan dari dalam. Dimulai pada tahun 1978, diskusi dan perdebatan mengenai reformasi dan open policy tidak hanya merambah aspek kebijakan publik saja, melainkan juga menjadi persoalan moral yang sangat inheren dengan persoalan ideologi. Intensitas perdebatan pun makin waktu terus meningkat. Periode 1978-1979, dengan mengadaptasi kebijakan yang terbuka, Deng Xioaping menghidupkan kembali kaum cendekiawan sehingga mereka dapat mengkritik baik kaum ultra-kiri (birokratis konservatif) maupun kaum ultra-kanan (individualis). Namun, kecenderungan berganti pada periode 1980-1982. Partai Komunis China (PKC) mulai mengkampanyekan untuk menolak para penulis “realis kritis” yang mereka anggap terlalu menyerang penguasa partai dan membuat kegaduhan sosial-politik. PKC-pun akhirnya “merekrut” para seniman dan penulis untuk mendukung Empat Prinsip Dasar (Four Cardinal Principles) dan menyuarakan pandangan penyeimbang terhadap pandangan para penulis “realis kritis” tersebut.

Pada periode 1983-1984, perdebatan ideologis terjadi dalam bentuk kampanye melawan pencemaran terhadap masyarakat spiritual. Perdebatan mengenai  “Humanisme Marxist” muncul karena hal tersebut dianggap bentuk kontaminasi dari pengaruh Barat dan individualisme. Periode 1985-1987 juga menjadi saksi perjuangan ideologi Komunisme. Pada September 1986, PKC menerbitkan Pedoman pembangunan masyarakat sosialis yang  salah satunya menyatakan bahwa produktivitas masyarakat China masih kurang untuk memenuhi industrialisasi dan komersialisasi untuk melanjutkan reformasi dan kebijakan yang terbuka. Hal tersebut memicu munculnya  demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh mahasiswa. Kampanye anti liberalisasi borjuis pun kemudian pecah pada 1987 yang membuat Hu Yaobang, Sekretaris Jenderal PKC, mundur dari jabatannya. Kemunduran Hu ini berdampak pada munculnya otoritarianisme baru yang menganggap bahwa China butuh kepemimpinan yang kuat, bukan demokrasi gaya Barat di mana sistem multi-partai diterapkan.

Periode 1988-1889 ditandai dengan tuntutan publik untuk kemerdekaan pers dan demokrasi. Demonstrasi mahasiswa pun kembali pecah pada April 1989 dan terus berlangsung selama beberapa bulan yang sehinggap meletus pada 4 Juni di mana terjadi penembakan terhadap demonstran di Lapangan Tiananmen Beijing yang pada akhirnya membuat Zaho Ziyang mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal PKC.

Periode 1989-1991 adalah periode di mana PKC menargetkan kestabilan negara. Setelah insiden 4 Juni, PKC mempropagandakan kampanye menentang evolusi anti-kekerasan (fan helping yanbian) yang dianggap sebagai biang kerok runtuhnya sosialisme di Eropa Timur. Deng berulang-ulang mempropagandakan pentingnya kembali ke pada Empat Prinsip Dasar. Pelatihan wajib militer selama 10 bulanpun diwajibkan kepada mahasiswa baru di semua universitas di Beijing. Meski demikian, untuk memperkuat legitimasinya, Negara mulai berfokus kepada kegiatan pengembangan ekonomi ketimbang kegiatan politik.

Periode 1992-1995 merupakan periode liberalisasi ekonomi yang ditandai dengan kunjungan Den Xiaoping ke China Selatan. Kebijakan ekonomi yang diambil sebagai respon dari demonstrasi mahasiswa 1989 ternyata malah menimbulkan resesi. Kunjungan Deng ke wilayah China Selatan yang intensitas ekonominya tinggi merupakan sebuah pendeklarasian secara simbolis dari bangkit kembalinya kebijakan liberalisasi ekonomi melalui pemberlakuan kembalinya praktek ekonomi pasar. Reformasi ekonomi Deng ini didukung juga oleh Kongres Partai ke Empat Belas yang kemudian dianggap sebagai kontribusi untuk membangun sosialisme dengan karakteristik China.

Istilah “Ekonomi Pasar Sosialis” akhirnya diperkenalkan pada 1992. Pada tahun yang sama, pembangunan infrastruktur besar-besaran dilakukan. Keran investasi dan perdagangan asing pun kemudian dibuka. Lampu hijau terhadap liberalisasi inipun memunculkan perdebatan. Kelompok “neo konservatif’ akhirnya bermunculan. Mereka menganggap adanya kekosongan ideologi dan moral di tengah proses modernisasi dan marketisasi ini. Mereka menganggap bahwa solusi permasalahan tersebut adalah dengan menggalakan kembali rasa nasionalisme juga kembali kepada identitas budaya orang China, salah satunya yaitu kebudayaan Konfusian. Oleh mereka, Konfusianisme secara resmi kembali dipropagandakan selama masa yang disebut Revolusi Budaya ini.

Pengembalian kedaulatan Hong Kong dan Macau ke negara China pada periode 1996-1999,  memiliki implikasi politik yang besar. Istilah satu negara dua system menunjukkan tensi politik pada saat itu. Pemerintahan China ingin menunjukkan keterbukaannya kepada dunia, terutama Taiwan salah satunya dengan  memperbolehkan eksistensi sistem politik yang berbeda dalam negara tersebut. Namun, di sisi lain dua sistem ini dinilai dapat menular sehingga membahayakan negara. Akhirnya pemerintah China membuat usaha-usaha untuk menunjukkan kekuatan Negara untuk tetap memegang kendali politik pada periode tersebut. Ketegangan antara keterbukaan dan keketatan akhirnya menemui puncaknya pada periode ini.

Periode 2000-2001 ditandai dengan gerakan ideologis baru yang muncul pada tahun 2000. Istilah Tiga Perwakilan pun dikenalkan yang berarti PKC mewakili kekuatan produktif sosial yang maju, peradaban yang maju, dan kepentingan dasar seluruh rakyat. Hal ini dilakukan untuk menarik lebih banyak lagi pengikut ideologisnya, juga untuk menancapkan pengaruh pada sector ekonomi yang sedang berkembang. Akhirnya pada Desember 2001, World trade Organization (WTO) pun memasuki China. Hadirnya WTO ini dinilai menjadi pemicu restruktirisasi sistem manajemen ekonomi China juga membantu tumbuhnya atmosfir ekonomi yang lebih baik dan profesional bagi China.

Implikasi pergeseran ideologi terhadap kebijakan pendidikan moral

Dalam bidang pendidikan, patut dicatat bahwa Komite Pusat PKC selalu menerbitkan dokumen panduan yang menekankan posisi dari pemerintah dan yang memberikan arahan agar para tenaga pengajar membangun perilaku moral dan sikap yang sesuai dengan ideologi pada saat itu. Selain itu pemerintah juga menekankan bagaimana pentingnya peranan dari kaum intelektual sosialis dalam membentuk perilaku moral dasar masyarakat. Tentu saja ini dalam konteks bahwa pendidikan moral tidaklah dapat dipisahkan dari pendidikan ideopolitis. Sejauh ini, penulis telah mengidentifkasi tiga arah perubahan dalam kebijakan pendidikan moral di China, yaitu: (1) Pendidikan moral yang berorientasi politik (1949-1978); (2) Pendidikan moral yang secara bertahap terbebas dari politik (1978-1993); dan (3) Pendidikan moral yang sudah tidak politis (sejak 1993).

Pada periode pendidikan moral pertama (1949-1978), kurikulum pendidikan moral diarahkan untuk menyokong tujuan nasional juga mendukung ideologi negara. Kritik terhadap ideologi negara sangatlah dilarang. Nilai-nilai untuk mencapai tujuan negara juga ditanamkan seperti kolektivisme, patriotism, nasionalisme, dan rela berkorban. Pendidikan moral pada era ini juga disebut dengan pendidikan politik.

Para periode pendidikan moral ke dua (1978-1993), tepatnya pada 1979, Negara mengadaptasi kebijakan reformasi dan keterbukaan pada bidang pendidikan moral dengan mengeluarkan “Kode berperilaku untuk pelajar sekolah dasar dan menengah”. Menurut Kode tersebut, tujuan pendidikan moral adalah untuk membentuk pelajar yang memiliki: (1) idealisme, kualitas moral, budaya dan kedisplinan; (2) rasa cinta tanah air, dan juga hal yang berbau sosialisme; (3) dedikasi terhadap perkembangan bangsa; (4) kecintaan menuntut ilmu; (5)  kemauan berpikir dan keberanian untuk menjadi insan kreatif. Pada tahun 1988, kurikulum pendidikan politik mengalami revisi yang mendasar yaitu pengenalan secara berturut-turut dan berjenjang pelajaran kewarganegaraan, sejarah sosial, konstruksi sosialisme China, diterapkan pada pelajar sekolah menengah; dan pelajaran ilmu pengetahuan alam, ekonomi, dan politik diterapkan pada pelajar sekolah menengah atas. Dari sana dapat dilihat bahwa politik mulai dianggap sebagai subjek yang terpisah; pendidikan lebih berfokus pada perilaku pelajar.

Perubahan orientasi pendidikan ini berlangsung mulus. Pada periode ini pemerintah sedang memerangi kapitalisme/liberalisme dan juga revolusi damai yang dianggap sebagai ancaman bagi ideologi sosialis. Namun, di sisi lain karena modernisasi dan kebijakan terbuka sedang dicanangkan, pemerintah tentu membutuhkan kualitas moral baru yang sesuai dengan keadaan. Sehingga, pada 1993 dan 1994, pemerintah merilis dua dokumen yang sangat penting yang mengubah arah dari pendidikan moral. Dua dokumen tersebut mengusung ide pendidikan “dua pelajaran”, di mana pendidikan pelajaran ideopolitik didefinisikan sebagai kombinasi dari pendidikan pelajaran teori Marxis dan pendidikan pelajaran ideopolitik. Istilah pendidikan ideopolitik di sini merujuk pada “penggalian kualitas ideomoral” yang terdiri atas penggalian ideologis dan juga filosofi hidup. Dengan begitu, dokumen tersebut secara resmi membentuk era baru dari pendidikan moral, yang dipisahkan dari pendidikan politik.

Pada periode depolitisasi pendidikan moral (sejak 1993), kebijakan “dua pelajaran” berkontribusi dalam melegitimasi pendidikan moral yang berdiri sendiri, terpisah dari politik. Pemerintah pada 1996 dan 2001 merilis dua dokumen terkait kurikulum pendidikan yang menekankan kepada pengembangan kesehatan psikologis tiap pelajar dan kemampuan penilaian moral. Dapat disimpulkan bahwa kurikulum pendidikan moral yang dikembangkan pada periode ini mengedepankan kebutuhan masyarakat China yang sedang menghadapi modernisasi dan mulai membuka diri terhadap dunia. Hasilnya, liberalisasi kurikulum ini menjadi terarah untuk fokus pada perkembangan individu ketimbang sebagai sarana sosialisasi politik.

Kesimpulan

Perubahan sosial-politik China dalam periode 20 tahun tersebut mengubah orientasi pendidikan moral negara yang termaktub dalam kurikulum pendidikannya. Dengan diluncurkannya kebijakan modernisasi yang dikaitkan dengan kebangkitan ekonomi pasar, masyarakat China menjadi sangat terbuka. China perlahan tapi pasti sedang berjalan pada track demokratisasi yang benar. Dampak dari perubahan politik, sosial, dan ekonomi ini sangat jelas terlihat dalam bidang pendidikan. Berdasarkan yang telah dipaparkan, sejarah perkembangan kurikulum kewarganegaraan terbagi ke dalam tiga periode besar yaitu, periode berorientasi politik, periode berorientasi moral dan politik secara parallel, dan periode berorientasi moral. Secara tematis, penulis menemukan bahwa kurikulum moral saat ini mengalami peningkatan pada tiga tema kunci, yaitu (1) pembahasan terhadap elemen pendidikan internasional dalam pendidikan nasionalistik, (2) peningkatan upaya pendidikan yang memperjuangkan demokrasi dan hukum dalam proses modernisasi dan marketisasi seiring masuknya WTO, dan juga  (3) penekanan pada pendidikan kesehatan psikologis yang berfokus pada pentingnya keunggulan skill individu dalam masyarakat. Perubahan fundamental sangatlah terlihat dalam kurikulum pendidikan moral. Imbuhan “ideo-“ telah dihapuskan dari deskripsi pendidikan moral,yang secara eksplisit menandai depolitisasi kurikulum pendidikan moral di China. Di tambah lagi, meskipun patriotisme dan kolektivisme masih dianggap sebagai komponen penting dalam pendidikan moral, kepribadian dan pengembangan karakter juga menjadi sangat ditekankan pada kurikulum pendidikan moral. Pemerintah China yang sekarang lebih terbuka akan memungkin meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan bahan pendidikan moral ke depannya.

end.

 

Original Text: http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/03057240500410160

Advertisements

Terjemahan Michael Freeden, Ideology. A very short Introduction

Berbicara tentang ideologi, tidak dapat dipungkiri bahwa kita hidup dalam dunia yang penuh dengan ideologi. Masing-masing dari kita tentu memiliki ideologi, baik disadari maupun tidak, terang-terangan kita ekspresikan ataupun hanya sekedar menjadi kepercayaan atau pandangan yang samar saja. Setiap manusia itu memang unik, berbeda satu dengan yang lainnya. Meski demikian, manusia memiliki pola-pola tertentu dalam bersikap, termasuk juga dengan pola-pola pemikiran tentang masyarakat, di mana mereka menjadi bagian di dalamnya, ataupun masyarakat di luar mereka. Ideologi merupakan salah satu pola sejenis itu, yaitu yang berkaitan dengan pengaturan dan proses politis dari sebuah masyarakat politik. Terkadang, bentuknya berupa narasi besar seperti pandangan akan kemakmuran, kekayaan, keharmonisan, atau juga intrik kekuasaan dan dominasi. Namun, terkadang juga bentuknya lebih sederhana, mulia dan terperinci seperti membuat aturan – aturan dasar yang adil, mengurangi angka kemiskinan, melindungi kebebasan berkeyakinan dan beragama, dan lain sebagainya.

Tiap masyarakat bisa saja memiliki beberapa ideologi sekaligus, meskipun beberapa memang dianut karena dianggap penting, ada juga yang penganutannya tersebut dipaksakan oleh kelompok-kelompok yang sedang berkuasa. Dalam sistem yang demoktaris, tentu saja ideologi akan saling bertarung untuk mendapatkan kendali atas kebijakan publik. Pertarungan ini berbentuk persaingan ide-ide, prinsip, dan nilai-nilai yang semuanya diejawantahkan melalui kata-kata, baik lisan maupun tulisan. Maka dari itu, siapapun yang bisa mengendalikan bahasa atau opini masyarakat, dialah yang akan memiliki kedudukan yang kuat untuk mengimplementasikan kebijakannya,

Setiap isu atau permasalahan yang terjadi di masyarakat pasti menjadi bahan perdebatan bagi tiap ideologi. Biasanya tiap ideologi mempunyai pandangan tersendiri mengenai isu tersebut. Maka dari itu, setiap isu sosial-politik yang masyarakat hadapi biasanya hadir dengan solusi yang lebih dari satu. Karena masyarakatlah yang memutuskan apa-apa yang akan mereka terima, mereka harus memilih salah satu dari sekian solusi tersebut. Saat itulah ideologi masuk memengaruhi dan menawarkan jalan-jalan penyelesaian. Tiap-tiap ideologi tersebut mengklaim bahwa jalan penyelesaian merekalah yang paling tepat, idel dan menyeluruh walaupun terkadang pada kenyataannya sebenarnya tidak ada satupun solusi yang ideal.

Ideologi dikelompokkan berdasarkan ide-ide sentral. Dari sanalah kita bisa mengklasifikasikan ideologi-ideologi tersebut sebagai liberal, konservatif, anarkis, fasis, feminis, atau berasas lingkungan. Ideologi lainnya biasanya diasosiasikan dengan pengaruh dari system kepercayaan. Masing-masing ideologi tersebut memiliki pendekatan berbeda untuk situasi atau masalah yang mungkin serupa. Contohnya, penganut ideologi konservatif akan cenderung menggunakan cara-cara tradisional dalam memecahkan sebuah masalah, penganut ideologi liberal akan lebih mengedepankan keterbukaan dan kebebasan dalam berkespresi, sedangkan penganut ideologi anarkis lebih cenderung untuk melawan, bahkan berusaha meniadakan kontrol dari pemerintah.

Penelitian Freeden ini memandang bahwa ideologi diproduksi pada tingkatan yang berbeda, mulai dari pemerintah, media cetak, media elektronik, juga kelompok kepentingan sampai ke tingkatan perwujudan pandangan dan nilai yang kita percaya sebagai landasan kita dalam bermasyarakat. Beberapa dari kita ada yang lebih cenderung membiarkan apa adanya pandangan dan nilai tersebut. Namun, ada juga yang berusaha untuk mengubahnya, baik secara perlahan maupun drastis. Ideologi-ideologi yang berbeda mencerminkan sikap-sikap yang berlainan terhadap perubahan. Banyak dari kita yang masih berpikir bahwa manusia tidaklah politis sama sekali atau terlepas dari ideologi, namun faktanya tidaklah seperti itu. Cara kita berinteraksi dengan orang lain, atau cara kita memandang dunia adalah gejala-gejala, atau pola-pola ideologis yang dapat digali dan diidentifikasi.

Yang terpenting dari penelitian Freeden ini adalah, Freeden telah berupaya untuk melihat bentuk pemikiran sebenarnya dari politik dan interaksi manusia di mana kita terlibat di dalamnya. Baginya, pandangan tersebut menawarkan salah satu perspektif kunci untuk memahami masyarakat, dan merupakan cara berpikir tentang politik yang telah bergeser jauh dari teori dan abstraksi besar filsuf politik sebelumya yang seringkali tidak berbicara berlandaskan realita yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Kerangka berpikir ini melihat politik sebagai aspek yang luas; tidak melulu sebagai hal yang berbicara tentang partai politik atau pemilu, atau para politisi berdasi. Lebih dari itu, politik berbicara tentang kita, tentang bagaimana kita berkomunikasi, berinteraksi dengan sesama. Tentu saja hal-hal tersebut mengandung komponen ideologi, yang baik secara sadar maupun tidak, telah mengarahkan kita untuk memilih mendukung, atau tidak mendukung suatu premis dalam kehidupan kita bermasyarakat. Studi ideologi sebagai bentuk yang penting dari pemikiran politik adalah area berkembang yang baru dalam disiplin ilmu politik dan akan ada semakin banyak penelitian yang berfokus pada hal penting yang jarang diperhatikan dari pemikiran politik ini, juga pada konteks komparatif di mana  hal tersebut terjadi.

 

Original Text:

 Why is the study of ideologies so important for understanding—and navigating through—the social world of which we are part? And why do we have to cast aside old approaches that regard ideologies as abstract, superimposed by manipulative and power-thirsty individuals and groups, and opposed to the pragmatism of political life? The simple answer is that we always live in a world of ideologies and every one of us has one, whether we are aware of it or not, and whether it is clearly expressed or just a vaguer set of beliefs and perceptions.
Although every one of us is unique as a human being, we also display patterns of behaviour we share in common, even if they differ on particulars. Those include patterns of thinking about our society and about other societies. Ideologies are one such pattern, concerning the political arrangements and processes of a political community. Sometimes these are on a grand scale: visions of a rich and harmonious future, or plans for control and domination. At other times they are more modest and specific: designing a fairer constitution, reducing poverty, protecting religious beliefs, or having concerns about immigration. Any society will host a number of ideologies, though some may be more prominent and some may be repressed by the groups that are in power. In democratic systems, certainly, ideologies will compete over the control of public policy.  Because that competition is over ideas, beliefs and values it is above all conducted through words, oral or written—in Parliamentary debates, newspaper articles, blogs, pamphlets, manifestos, TV programmes and books. Consequently, whoever controls the public language of a society is in a very strong position to implement its policies.
If, say, questions about austerity or the regulation of banks are in the public eye, different ideologies will try to win the debate by appealing to the virtues of private enterprise, or to the need for public transparency and accountability, or to the greater redistribution of wealth. Every one of the social and political issues we confront in daily life comes with more than one solution attached. Sometime more than one of those solutions is sensible, or practical. But as a community deciding on what we want the public sphere to deliver for us, we need to choose among those solutions. We need to arrive at decisions; otherwise social paralysis would be the order of the day. That is where ideologies come in: they offer us maps that assist in making those decisions, and each ideology claims that it possesses the right map, insisting on the correctness of its interpretation of events and on the wholesomeness of its remedies, although it is highly unlikely that an ideal solution is available.
Ideologies are grouped around some central ideas through which we can then classify them as liberal, conservative, socialist, anarchist, fascist, feminist, or green, to list some of their major instances. Other ideologies are closely associated with influential religious belief systems. Each of them will have a different take on similar situations and problems. Say that you are walking through a town and come upon a street demonstration. It is peaceful, some people are talking through megaphones, and it is watched by police holding shields. If you are a conservative, your map will tell you that it’s a good idea they are containing the demonstration just in case it turns violent and, really, you’d prefer the demonstrators to go home and write a polite letter to their M.P., instead of wasting police time and money. If you are a liberal, your map tells you that you should be impressed: people are practising their civil right to disagree in a civilized manner, because that is one of the basic freedoms the liberal map suggests all decent societies should protect. Some disruption is a reasonable price an open society should pay for its liberties.  If you are an anarchist, your map might suggest that direct action is the only way to move, possibly remove, the stubborn and remote governing classes that oppress the people and you may wish that there was a little more clout in the behaviour and body-language of the demonstrators. I have discussed this and other issues in my Ideology: A Very Short Introduction (2003).
My research looks at ideologies as being produced at different levels, from that of government, through the press, electronic media and interest groups, right down to the normal and never-ending manifestations of the ideas and values we hold when we consider how the various communities to which we belong—national or local, formal and informal—should be run. Some of us prefer to keep things as they are; some to change things, slowly or dramatically. Different ideologies reflect those diverse attitudes to change. Some of us think that we are not political at all but that is hardly ever the case. The ways we engage with our friends, the preferences and hostilities we harbour, the views we have about teachers, parents, education, or people from other ethnic groups—however loosely held—can easily be ‘excavated’ by the student of ideologies, who can then identify, classify and maybe even anticipate the ideas and behaviour people display in their roles as members of a society.
Above all, in my own work on ideologies, I have sought to look at the actual forms of thinking about politics and human interaction in which we all engage. For me, that offers one of the key perspectives on understanding societies, and it is a way of thinking about politics that shifts it away from the great theories and abstractions of political philosophers, who often cannot speak with reference to everyday life. But obviously we all think,  and as part of that thinking we also all think about political matters in the broadest possible sense: not only about political parties or elections, or people in suits, but about us, working our way sometimes clearly, often messily, through the twists and turns of communication with others. That thinking always has an ideological component, and—consciously or unconsciously—it directs us to act in a particular way when we seek to co-operate, or to disagree, in our social activities.  The study of ideologies as serious forms of political thinking is a growth area within the discipline of politics as more and  more research focuses on the ‘small print’ of political thinking and on the comparative contexts in which it takes place.

 

Terjemahan Modul Bisnis

 

  1. Industri dan Perusahaan dan Produk serta Jasa.

Hal utama yang harus dipertimbangkan adalah sang perusahaan, konsepnya atas produk dan layanan jasa, dan hubungan perusahaan Anda dengan industri di mana perusahaan Anda tersebut akan bersaing di dalamnya. Hal ini berkaitan dengan informasi marketing apa saja yang, contohnya, cocok. Informasi butuh menyertakan deskripsi dari industri, deskripsi dari konsep bisnis, deskripsi dari perusahaan Anda, dan deskripsi dari produk atau layanan jasa yang akan Anda tawarkan, deskripsi hak paten dari produk atau layanan jasa, keuntungan potensial dari penggunaan produk atau layanan jasa Anda, dan strategi memasuki pasar dan pengembangan produk dan layanan jasa Anda.

 

  1. Industri.
  • Pertimbangkan keadaan dan prospek terkini dari industri di mana bisnis yang diinginkan akan dijalankan. Pastikan untuk mempertimbangkan struktur dari industri tersebut.
  • Bahas secara mendalam besarnya pasar, tren yang sedang berkembang, dan para pesaing.
  • Bahas setiap produk atau perkembangan baru, pasar dan pelanggan baru, kebutuhan-kebutuhan baru, peluang baru dari memasuki dan keluar pasar, dan setiap tren atau ekonomi nasional, dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas bisnis baik faktor-faktor positif maupun negatif.
  • Bahas profil kelingkunganan dari industri tersebut. Pertimbangkan kebutuhan energi, faktor rantai pasokan, limbah yang dihasilkan, serta kemampuan mendaur ulang. Petakan setiap teknologi dan tren baru yang mungkin dapat mempengaruhi peluang ini.
  1. Perusahaan dan konsepnya.
  • Gambarkan secara umum konsep dari bisnisnya, bisnis apa yang perusahaan Anda ingin jalankan atau masuki, produk atau layanan jasa apa yang ingin ditawarkan, dan siapa yang akan menjadi pasar utama produk atau layanan jasa perusahaan Anda.
  • Berdasarkan latar belakang, catat tanggal pendirian perusahaan Anda dan jabarkan identifikasi dan pengembangan dari produk perusahaan Anda serta keterlibatan direksi utama perusahaan Anda dalam pengembangan tersebut.
  • Apabila perusahaan Anda sudah menjalankan bisnis selama beberapa tahun dan sedang mencari pengembangan pembiayaan, tinjau kembali rekam jejak perusahaan Anda, dan perhatikan tingkat penjualan sebelumnya serta labanya. Apabila perusahaan Anda telah mengalami kemunduran pada tahun-tahun sebelumnya, rundingkan permasalahan ini dan rumuskan usaha di masa kini dan di masa depan untuk mencegah terulangnya permasalahan, juga untuk meningkatkan kinerja perusahaan Anda.

 

  1. Produk dan layanan jasa
  • Jelaskan secara mendetail setiap produk dan layanan jasa yang akan ditawarkan.
  • Bahas penerapan dari produk atau layanan jasa Anda. Lalu, jelaskan penggunaan utama juga setiap penerapan sekunder yang signifikan dari produk atau layanan jasa. Gambarkanlah bagaimana Anda akan memecahkan sebuah masalah, menghilangkan rasa sakit, atau memberikan keuntungan atau layanan jasa yang dibutuhkan.
  • Jelaskan bagaimana sistem pengiriman dari layanan jasa atau produk Anda.
  • Tekankan setiap fitur unik (keistimewaan) dari produk atau layanan jasa Anda dan jelaskan bagaimana hal ini dapat memberikan nilai tambah yang signifikan; juga, garis bawahi setiap perbedaan antara produk atau layanan jasa lain yang berada dalam pasar dengan produk atau layanan jasa yang Anda tawarkan yang nantinya akan menjadi pertimbangan Anda untuk penetrasi ke pasar. Pastikan untuk menjelaskan kepada pelanggan bagaimana nilai-nilai akan ditambahkan dan jangka waktu pengembalian modal jasa Anda—yaitu, diskusikan berapa bulan waktu yang dibutuhkan pelanggan untuk menutupi biaya awal pembelian produk atau layanan jasa sebagai hasil dari  peningkatan waktu, biaya, atau produktivitas.
  • Sertakan penjabaran dari setiap kekurangan yang mungkin ada pada produk atau layanan jasa Anda termasuk perihal kemungkinan produk atau layanan jasa tersebut menjadi usang atau kuno.
  • Jelaskan keadaan terkini dari perkembangan produk atau layanan jasa Anda serta berapa lama waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan, menguji, dan memperkenalkan produk atau layanan jasa Anda secara penuh. Jika ada, sediakan ringkasan spesifikasi dan fungsi, serta gambar atau foto dari produk Anda.
  • Diskusikan setiap langkah awal utama yang dapat Anda lakukan yang memungkinkan Anda untuk meraih posisi yang sangat strategis dalam industri.
  • Jelaskan setiap fitur dari produk dan layanan jasa Anda yang memberikan keuntungan “tidak adil” untuk pesaing Anda. Jelaskan setiap hak paten, rahasia dagang, dan setiap fitur atau ciri yang merupakan hak cipta dari produk dan layanan jasa Anda.
  • Diskusikan setiap peluang ekspansi lini produk atau pengembangan dari produk atau layanan jasa terkait. (Tekankan peluangnya dan gambarkan bagaimana Anda dapat memanfaatkan peluang tersebut.)

 

  1. Strategi memasuki pasar dan pengembangan bisnis.
  • Tentukan variabel kesuksesan kunci pada rencana pemasaran Anda (contoh: sebuah produk yang inovatif, pemanfaatan momentum, atau pendekatan marketing) dan penentuan harga, saluran distribusi, pengiklanan, dan rencana promosi.
  • Tentukan seberapa cepat Anda ingin bisnis Anda berkembang, dan seberapa besar bisnis yang Anda inginkan dalam lima tahun pertama, dan rencana pengembangan bisnis Anda sehingga produk atau layanan jasa Anda nantinya dapat lebih baik dari produk atau layanan jasa Anda pada awal-awal bisnis.
  • Tunjukkan bahwa strategi penetrasi ke pasar dan pengembangan bisnis Anda berasal dari setiap peluang dan nilai yang ditambahkan, atau keuntungan kompetitif lain, seperti lemahnya kompetitor lain.
  • Diskusikan keberlangsungan sosial dan kelingkunganan secara keseluruhan dari rencana pengembangan Anda. Pertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat sekitar apabila strategi pengembangan Anda melibatkan manufaktur lepas pantai atau buruh outsourcing.

III. Analisis dan Riset terhadap Pasar

Informasi pada bagian ini harus mendukung pernyataan yang tegas bahwa sang perusahaan dapat merebut pasar substansial dalam sebuah industri yang sedang berkembang dan dapat bertahan dalam persaingan bisnis. Karena pentingnya analisis pasar dan ketergantungan kritis terhadap bagian lain dari rencana pada informasi ini. Anda disarankan untuk mempersiapkan bagian rencana bisnis ini sebelum mempersiapkan bagian lain. Luangkan waktu yang cukup untuk mengerjakan bagian ini dengan sangat baik dan carilah juga sumber-sumber alternatif dari data pasar.

Bagian rencana bisnis ini adalah salah satu bagian yang paling sulit untuk dipersiapkan, terlebih bagian ini juga adalah salah satu yang paling penting. Bagian lain dari rencana bisnis bergantung kepada  riset dan analisis terhadap pasar yang akan dibahas di sini. Contohnya, prediksi tingkat penjualan yang secara langsung mempengaruhi faktor-faktor seperti ukuran operasi manufaktur, rencana pemasaran, serta besar hutang dan ekuitas modal yang Anda butuhkan. Kebanyakan wirausahawan biasanya mengalami kesulitan dalam mempersiapkan dan menghadirkan riset dan analisis pasar yang menunjukkan bahwa estimasi penjualan mereka sehat dan dapat dicapai.

 

  1. Pelanggan.
  • Bahas siapa pelanggan dan yang akan menjadi pelanggan produk atau layanan jasa Anda. Perhatikan bahwa setiap pelanggan potensial harus diklasifikasikan menurut kelompok homogen yang memiliki kesamaan, karakter yang bisa diidentifikasi (contoh, dari segmen pasar yang besar). Contoh, suku cadang otomotif mungkin dijual kepada perusahaan dan distributor suku cadang yang menyediakan pasar pengganti, jadi pembahasan harus merefleksikan dua segmen pasar.
  • Tunjukkan siapa dan dari mana pembeli utama dari produk atau layanan jasa Anda pada masing-masing segmen pasar. Sertakan segmen pasar nasional dan internasional yang tepat.
  • Analisis apakah pelanggan mudah dijangkau dan terbuka, bagaimana pelanggan belanja (grosir, melalui perwakilan pabrik, dll.), di bagian atau biro apa keputusan pembelian produk dalam organisasi mereka dijalankan, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat keputusan pembelian tersebut. Jelaskan proses pembelian dari pelanggan, termasuk alasan yang mereka jadikan dalam membeli produk (contoh, harga, kualitas, pemilihan waktu, pengiriman, pelatihan, layanan, kedekatan personal, atau tekanan politik) dan alasan mengapa mereka mungkin mengubah keputusan pembelian yang sudah ada.
  • Buat daftar setiap pesanan, kontrak dagang, nota kesepahaman yang Anda miliki. Hal-hal tersebut adalah data yang paling penting yang harus Anda sediakan. Buat juga daftar dari setiap pelanggan potensial yang menunjukkan ketertarikannya terhadap produk atau layanan jasa Anda dan temukan alasannya. Juga, buatlah daftar dari pelanggan potensial yang telah menujukkan ketidaktertarikannya terhadap produk atau layanan jasa yang ditawarkan, dan jelaskan alasan mengapa mereka tidak tertarik dan jelaskan juga apa yang akan Anda lakukan untuk menghadapi reaksi negatif pelanggan. Tunjukkan seberapa cepat Anda yakin produk atau layanan jasa Anda akan diterima oleh pasar.
  • Apabila Anda sudah mempunyai bisnis, buatlah daftar dari pelanggan utama Anda saat ini, dan bicarakan tren penjualan Anda kepada mereka.

 

  1. Besar pasar dan tren.
  • Bayangkan akan menjadi seberapa besar keseluruhan pasar saat ini dalam lima tahun ke depan dan pangsa pasar yang akan Anda dapatkan, berdasarkan segmen pasar, dan/atau wilayah, dan/atau negara, untuk produk atau layanan jasa yang akan Anda tawarkan, dalam unit, mata uang, dan potensi laba.
  • Gambarkan juga pertumbuhan tahunan potensial untuk sekurang-kurangnya tiga tahun dari keseluruhan pasar untuk produk atau layanan jasa Anda dari setiap kelompok pelanggan utama, daerah utama, atau Negara utama dengan tepat.
  • Bahas faktor –faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan pasar. (contoh, tren industri, tren sosioekonomi, kebijakan pemerintah, dampak kelingkunganan, pergeseran atau perubahan populasi) dan ulas lagi tren sebelumnya yang ada pada pasar. Jelaskan juga setiap perbedaan antara tingkat pertumbuhan pada periode bisnis sebelumnya dengan periode bisnis yang diproyeksikan.

 

  1. Kompetisi dan keunggulan kompetitif.
  • Buatlah penilaian yang realistis terhadap kekuatan dan kelemahan kompetitor. Buat penilaian terhadap produk dan layanan jasa pengganti dan/atau alternatif dan buatlah daftar dari perusahaan, baik domestik maupun internasional, yang memasok produk dan layanan jasa tersebut dengan tepat.
  • Bandingkan produk atau layanan jasa pengganti dan yang sedang bersaing berdasarkan pangsa pasar, kualitas, harga, performa, pengiriman, pemilihan waktu, layanan, garansi, dan aspek lain yang berhubungan.
  • Bandingkan nilai pokok yang ditambahkan atau diciptakan produk atau layanan jasa Anda, dalam hal keuntungan ekonomi bagi pelanggan dan kompetitor Anda.
  • Bahas keunggulan dan kelemahan produk dan layanan jasa kompetitor Anda saat ini serta jelaskan mengapa produk dan layanan jasa tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
  • Perhatikan setiap tindakan yang kompetitor lakukan yang dapat memberikan Anda posisi yang menguntungkan serta inspirasi untuk mengembangkan produk Anda bahkan untuk membuat produk baru. Contohnya, bahas apakah kompetitor memang sedang lesu atau mereka sedang lengah.
  • Identifikasi kekuatan dan kelemahan kompetitor. Tentukan dan bahas pangsa pasar, penjualan, sistem distribusi, dan kapabilitas produk mereka.
  • Ulas ulang posisi finansial, sumber daya, biaya, dan potensi keuntungan dari persaingan dan tren keuntungan mereka. Catat pula bahwa Anda dapat menggunakan data Robert Morris Associates sebagai perbandingan.
  • Perhatikan siapa yang memimpin layanan jasa, penetapan harga, pelaksanaan, biaya, dan kualitas. Bahas mengapa setiap perusahaan sudah memasuki atau keluar dari pasar dalam beberapa tahun ke belakang.
  • Bahas tiga atau empat poin kunci dari kompetitor dan alasan mengapa pelanggan membeli produk mereka, dan juga alasan mengapa pelanggan meinggalkan mereka. Kaitkan ini dengan keputusan pembelian yang sudah dijelaskan pada bagian IIIA.
  • Dari apa yang Anda ketahui mengenai operasi kompetitior, jelaskan alasan mengapa Anda piker mereka dapat mudah “diserang” dan Anda dapat menguasai bagian dari bisnis mereka. Bahas apa yang membuat Anda berpikir bahwa adalah hal mudah atau sulit untuk bersaing dengan mereka. Bahas secara khusus keuntungan kompetitif yang Anda dapatkan dari keunggulan “yang tidak adil” seperti misalnya dari hak paten.

 

  1. Perkiraan pembagian pasar dan penjualan.
  • Ringkas apa yang akan menjadikan produk atau layanan jasa Anda dapat dijual meskipun harus bersaing dengan kompetitor yang sudah ada atau yang akan ada. Sebutkan, secara khusus, nilai pokok yang ditambahkan atau diciptakan oleh produk atau layanan jasa Anda.
  • Identifikasi setiap pelanggan yang ingin Anda jadikan pelanggan utama (termasuk pelanggan internasional), atau pelanggan yang telah membuat komitmen pembelian. Perhatikan tingkat komitmen tersebut, dan mengapa komitmen tersebut dibuat. Bahas pelanggan mana yang dimungkinkan untuk menjadi pembeli utama pada tahun-tahun ke depan dan jelaskan mengapa.
  • Berdasarkan penilaian Anda terhadap keunggulan dari produk dan layanan jasa Anda, besar tren dan pasar, pelanggan, persaingan, dan produk mereka, dan tren penjualan pada tahun-tahun sebelumnya, estimasikan pangsa pasar dan penjualan dalam satuan dan mata uang yang akan Anda peroleh dalam setiap tiga tahun ke depan. Ingatlah untuk menunjukkan asumsi yang digunakan.
  • Tunjukkan bagaimana perkembangan penjualan per satuan produk atau layanan jasa dari perusahaan dan perkiraan pangsa pasar perusahaan Anda berkaitan dengan perkembangan industri, pelanggan, dan kekuatan serta kelemahan kompetitor. Ingatlah, asumsi yang digunakan untuk memperkirakan pangsa pasar dan penjualan harus dengan jelas dijabarkan.
  • Apabila produk Anda merupakan bisnis saat ini, juga perhatikan keseluruhan pasar, pangsa pasar Anda, dan penjualan dalam dua tahun ke belakang.

 

  1. Evaluasi pasar yang sedang berlangsung.
  • Jelaskan bagaimana Anda akan terus mengevaluasi pasar yang Anda jadikan targer; menilai kebutuhan dan pelayanan pelanggan; membuat pedoman peningkatan produk, penetapan harga, dan program produk baru; merencanakan pengembangan fasilitas produksi; dan membuat pedoman penetapan harga produk/layanan jasa.
  1. Keekonomian Bisnis

Karakteristik keekonomian dan finansial, termasuk tugas besar yang jelas dan ketahanan margin dan laba yang dihasilkan, harus mendukung daya pikat dari peluang. Operasi yang sedang berjalan dan siklus konversi uang dari bisnis, rantai nilai, dan lain-lain harus masuk akal terkait peluang dan strategi yang direncanakan.

  1. Laba kotor dan laba operasi[1] penjualan.
  • Jelaskan besar dari laba kotor (contoh, harga jual tidak sebesar variabel biaya produksi) dan laba penjualan (sebelum pajak dan bunga) untuk setiap produk dan/atau layanan jasa yang Anda jual ke pasar niche[2] yang Anda coba “serang”. Sertakan juga hasil dari analisis kontribusi Anda.
  1. Potensi dan ketahanan laba.
  • Jelaskan besar dan ketahanan yang diharapkan dari arus laba yang bisnis Anda akan hasilkan.-sebelum dan setelah kena pajak- dan perhatikan patok duga industri yang layak, pengetahuan lain yang kompetitif, atau pengalaman lain Anda yang relevan.
  • Bicarakan masalah tentang seberapa tak tahan lama atau tahan lama arus laba. Apa alasan arus laba Anda bertahan lama atau tidak, seperti rintangan untuk memasuki pasar yang Anda ciptakan, waktu untuk pengembangan teknologi dan pemenuhan pesanan ke pasar, dan ketahanan kelingkunganan, yang dalam beberapa kasus dapat menjadi penyebab penurunan biaya.
  1. Biaya tetap, variabel, dan semivariabel.
  • Sediakan ringkasan yang mendetail dari biaya tetap, variabel, dan semivariabel dalam bentuk mata uang dan sebagai persentase dari total biaya dengan tepat, untuk produk atau layanan jasa yang Anda tawarkan dan volume pembelian dan penjualan yang menjadi dasarnya.
  • Perlihatkan standar industri yang relevan.
  1. Bulan-bulan menuju titik impas.
  • Diberikannya strategi masuk pasar, rencana pemasaran, dan usulan pembiayaan Anda menunjukkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat penjualan impas per unit.
  • Perhatikan tahapan perubahan langkah-langkah yang signifikan pada titik impas Anda yang akan terjadi selama Anda mengembangkan dan menambah kapasitas substansial.
  1. Bulan-bulan menuju arus keuangan positif.
  • Diberikannya stategi dan asumsi di atas menunjukkan kapan usaha Anda akan mendapatkan arus keuangan yang positif.
  • Bayangkan jika dan kapan Anda akan kehabisan modal. Perhatikan di mana asumsi mendetail dapat ditemukan.
  • Perhatikan setiap tahapan perubahan langkah-langkah yang signifikan pada arus keuangan yang akan terjadi selama Anda mengembangkan dan menambah kapasitas.
  1. Perencanaan Pemasaran

Perencanaan pemasaran menjelaskan bagaimana proyeksi penjualan akan dicapai. Perencanaan pemasaran harus merinci strategi pemasaran secara keseluruhan yang akan mengeksploitir peluang dan keunggulan kompetitif Anda. Sertakan juga bahasan kebijakan penjualan dan layanan jasa; penetapan harga, distribusi, promosi, strategi periklanan; dan proyeksi penjualan. Rencana pemasaran harus menjelaskan apa yang harus dilakukan, bagaimana hal tersebut dilakukan, dan kapan hal tersebut dilakukan, dan siapa yang melakukan hal tersebut.

  1. Perencanaan pemasaran secara keseluruhan.
  • Jelaskan filosofi dan strategi pemasaran perusahaan Anda secara spesifik, berikan rantai nilai dan saluran distribusi pada pasar niche yang Anda kejar. Sertakan, contohnya, bahasan mengenai jenis-jenis kelompok pelanggan yang pernah melakukan pembelian atau kelompok pelanggan yang akan menjadi sasaran pada usaha intensif penjualan awal, dan kelompok pelanggan yang akan menjadi sasaran pada usaha penjualan lebih lanjut; bagaimana pelanggan spesifik yang potensial dalam kelompok tersebut akan diidentifikasi dan bagaimana mereka akan dihubungi; fitur dari produk atau layanan jasa apa, seperti pelayanan, kualitas, harga, pengiriman, garansi, atau pelatihan, yang akan menjadi fokus penjualan; apabila setiap konsep pemasaran yang inovatif dan tidak lazim akan meningkatkan dukungan atau penerimaan pelanggan, seperti jasa penyewaan ketika usaha penjualan sebelumnya telah dilakukan, dan sebagainya.
  • Tunjukkan bahwa produk atau layanan jasa Anda akan mula-mula akan diperkenalkan secara internasional, nasional, atau regional; dan jika perlu, selanjutnya tunjukkan juga setiap rencana pengembangan penjualan Anda.
  • Bahas setiap tren musiman yang mendasari siklus konversi uang dalam industri dan bahas juga apa yang dapat perusahaan Anda lakukan untuk mempromosikan penjualan pada masa tren musiman telah berakhir.
  • Jelaskan setiap rencana untuk memperoleh kontrak dengan pemerintah sebagai sarana untuk mengurangi biaya pengembangan produk dan pengeluaran tambahan.
  1. Penetapan harga.
  • Bahas strategi penetapan harga, termasuk harga yang dikenakan pada produk dan layanan jasa Anda, dan bandingkan strategi penetapan harga Anda dengan strategi penetepan harga kompetitor Anda, termasuk pembahasan yang rinci mengenai periode payback[3] (dalam bulan) kepada pelanggan.
  • Bahas margin laba kotor antara biaya produksi dengan total biaya penjualan, dan tunjukkan apakah margin ini cukup besar untuk membiayai distribusi dan penjualan, garansi, pelatihan, pelayanan, amortisasi untuk biaya pengembangan dan peralatan, kompetisi harga, dan lain sebagainya, namun masih juga dapat menghasilkan laba.
  • Jelaskan bagaimana harga yang Anda tetapkan akan memungkinkan (1)produk dan layana jasa Anda diterima oleh konsumen (2)mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar Anda meskipun harus menghadapi persaingan, dan (3)laba produk.
  • Berikan batasan atas strategi penetapan harga Anda dan bedakan antara ketetapan harga Anda dengan ketetapan harga kompetitor mereka untuk produk kompetitif dan substitusi berkaitan dengan payback ekonomi kepada pelanggan dan nilai yang ditambahkan melalui kebaruan, kualitas, garansi, pemilihan waktu, performa, pelayanan, penghematan, efisiensi, dan sebagainya.
  • Apabila Anda menjual produk dengan harga yang lebih rendah daripada produk kompetitor Anda, jelaskan bagaimana strategi Anda untuk menerapkan ini selagi mempertahankan profitabilitas (contohnya, melalui penambahan nilai yang baik dengan cara melakukan efisiensi manufaktur dan distribusi, mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk pekerja, mengurangi biaya material produk, mengurangi biaya tambahan, dan mengurangi biaya komponen biaya lain).
  • Bahas kebijakan penetapan harga Anda, termasuk juga pembahasan tentang hubungan harga, pangsa pasar, dan laba.
  1. Taktik penjualan.
  • Jelaskan metode (contoh sales force[4] perusahaan sendiri, perwakilan penjualan, organisasi penjualan manufaktur siap pakai, pengiriman langsung surat berisi promosi, atau distribusi) yang akan akan digunakan untuk mencetak penjualan dan mendistribusikan produk atau layanan jasa dan perencanaan awal dan perencanaan jangka panjang atas upaya penjualan. Sertakan juga pembahasan mengenai kebutuhan khusus (seperti alat pendingin).
  • Bahas rantai nilai dan margin yang dihasilkan yang akan diberikan kepada pengecer, distributor, tengkulak, dan pegawai sales, dan bahas pula setiap kebijakan khusus terkait potongan harga, hak ekslusif distributor, atau perwakilan penjualan, dan bandingkan dengan apa yang diberikan kompetitor Anda terhadap aspek tersebut. (Lihat Latihan Pedoman Skrining Kesempatan Usaha.)
  • Jelaskan bagaimana perwakilan penjualan atau distributor, apabila menggunakan jasa mereka, akan dipilih, ketika mereka akan memulai untuk menjadi perwakilan Anda, cakupan area yang akan mereka garap dan penghitungan utama dari penjual langsung dan perwakilan penjualan setiap bulan, dan tingkat penjualan yang diharapkan dicapai mereka.
  • Apabila sales force langsung dilakukan, jelaskan bagaimana hal tersebut akan dilakukan dan pada angka berapa (penghitungan per kepala) upaya tersebut akan dibangun; cermati apakah upaya tersebut merupakan upaya untuk menggantikan peran penjual langsung dan organisasi perwakilan penjualan, jika iya, kapan dan bagaimana upaya itu akan dibangun.
  • Apabila promosi melalui pengiriman langsung surat promosi, majalah, koran, atau media lain, telemarketing, atau penjualan katalog digunakan, tunjukkan saluran atau sarana yang spesifik, biaya (per 1.000), tingkat tanggapan yang diharapkan, dan lain-lain. Bahas bagaimana hal-hal ini akan dibangun.
  • Tunjukkan tingkat penjualan yang diharapkan untuk setiap salesperson setiap tahun dan berapa komisi, insentif, dan/atau gaji yang pantas mereka terima, dan bandingan nominal tersebut dengan nominal rata-rata untuk industri Anda.
  • Sampaikan jadwal penjualan dan biaya penjualan yang sudah termasuk biaya keseluruhan promosi pemasaran dan biaya pelayanan.
  1. Ketentuan layanan dan garansi.
  • Apabila perusahaan Anda akan menawarkan sebuah produk yang membutuhkan pelayanan, garansi, atau pelatihan, tunjukkan pentingnya hal-hal tersebut terhadap keputusan pembelian pelanggan dan bahas cara Anda dalam mengatasi permasalahan yang terjadi dalam pelayanan.
  • Jelaskan jenis dan syarat dari garansi yang akan ditawarkan: apakah pelayanan akan ditangani oleh orang bagian pelayanan perusaahaan Anda, agen, penjual langsung, dan distributor, atau dikembalikan kepada pabrik.
  • Tunjukkan biaya yang ditawarkan untuk setiap panggilan (telepon) layanan dan apakah pelayanan tersebut akan menghasilkan laba atau tidak (impas).
  • Bandingkan pelayanan, garansi, dan kebijakan dan praktek pelatihan pelanggan Anda dengan yang dimiliki atau diterapkan oleh kompetitor utama Anda.
  1. Pengiklanan dan promosi.
  • Jelaskan pendekatan yang akan dilakukan perusahaan Anda untuk menghadirkan produk atau layanan jasa yang menarik perhatian pelanggan prospektif.
  • Untuk produsen peralatan original dan produsen produk industri tentukan rencana untuk ikut serta dalam pameran dagang, beriklan pada majalah sesama pebisnis, pengiriman langsung surat promosi, mempersiapkan selebaran promosi produk, dan penggunaan jasa agen pengiklan.
  • Untuk produk pelanggan, tunjukkan kampanye iklan atau promosi jenis apa yang akan digunakan untuk memperkenalkan produk, termasuk bantuan penjualan untuk penjual langsung, pameran dagang, dan lain-lain.
  • Sampaikan jadwal dan perkiraan biaya promosi dan pengiklanan (pengiriman langsung surat promosi, telemarketing, katalog, dll), dan bahas bagaimana biaya-biaya ini akan ditutupi.
  1. Distribusi.
  • Jelaskan metode dan saluran distribusi yang akan Anda gunakan. Bahas juga ketersediaan dan kapasitas saluran ini.
  • Tunjukkan sensitifitas dari biaya pengiriman sebagai bagian dari harga jual.
  • Perhatikan setiap masalah khusus yang harus diselesaikan atau hadirkan potensi kerawanan.
  • Apabila Anda melakukan penjualan internasional, perhatikan bagaimana penjualan ini akan ditangani,termasuk perihal distribusi, pengiriman, asuransi, kredit, dan koleksi.

 

  1. Desain dan Rencana Pengembangan.

Sifat dan tingkatan dari setiap desain dan pengembangan serta waktu dan biaya yang diperlukan sebelum produk atau layanan jasa dapat dipasarkan harus dipertimbangkan secara rinci. (Perhatikan bahwa biaya desain dan pengembangan sering dianggap remeh.) Desain dan pengembangan bisa jadi berupa pekerjaan teknik mesin yang dibutuhkan untuk mengkonversi prototipe laboratorium menjadi produk jadi; desain dari alat produksi khusus; pekerjaan desainer untuk membuat produk menjadi lebih menarik dan laku dijual; atau pengidentifikasian dan pengorganisasian pegawai, peralatan, dan teknik khusus – seperti peralatan, perangkat lunak komputer yang baru, kemampuan yang dibutuhkan untuk mengkomputerisasi pengecekan kredit- untuk menerapkan bisnis pelayanan.

  1. Keadaan pengembangan dan hal-hal yang harus dikerjakan.
  • ­Gambarkan keadaan terkini dari setiap produk dan layanan jasa dan jelaskan apa-apa yang harus dilakukan agar dapat membuat produk dan layanan jasa Anda laku dijual.
  • Gambarkan secara jelas kompetensi atau keahlian yang dimiliki atau yang akan dibutuhkan perusahaan Anda untuk melengkapi pengembangan ini.
  • Buat daftar dari setiap pelanggan atau pengguna akhir yang ikut serta dalam pengembangan, desain dan/atau pengujian produk atau layanan jasa Anda. Tunjukkan hasil sampai saat ini atau hasil yang diharapkan.
  1. Kesulitan dan risiko.
  • Identifikasi setiap desain utama yang diharapkan serta pengembangan masalah dan tentukan solusi yang akan digunakan untuk mengatasi hal tersebut.
  • Bahas kemungkinan dampak dari biaya desain dan pengembangan, waktu untuk pengenalan ke pasar, dan dampak dari masalah-masalah sejenis lainnya.
  1. Peningkatan produk dan produk baru.
  • Sebagai tambahan untuk menggambarkan perkembangan dari produk awal, bahas setiap desain yang sedang dikerjakan dan pekerjaan pengembangan yang direncanakan untuk menjaga agar produk atau layanan jasa Anda tetap dapat dijual kepada kelompok pelanggan yang sama. Bahas juga pelanggan yang sudah ikut serta dalam usaha-usaha ini dan lihat reaksi dari mereka. Sertakan juga setiap barang bukti yang Anda punya.
  • Dengan memperhatikan pengembangan produk yang sedang berjalan, uraikan setiap masalah yang berkaitan dengan peraturan kelingkunganan yang baru, yang tertunda, atau yang potensial.
  1. Biaya.
  • Sajikan dan bahas biaya dari desain dan pengembangan, termasuk biaya pegawai, biaya bahan baku, biaya konsultasi, dan lain-lain.
  • Bahas dampak pada proyeksi arus kas apabila menganggap remeh anggaran di atas, termasuk apabila kemungkinan dampaknya sebesar dari 15 persen sampai 30 persen.

.F. Masalah hak milik.

  • Jelaskan setiap hak paten, merek dagang, hak cipta, dan hak atas kekayaan intelektual yang Anda miliki atau Anda cari.
  • Jelaskan setiap hak atau kesepakatan kontraktual yang memberi Anda hak kepemilikan ekslusif.
  • Bahas dampak dari potensi masalah dan setiap masalah yang belum terselesaikan, seperti hak kepemilikan yang sedang disengketakan, terkait masalah hak milik pada penetapan waktu dan pada keunggulan kompetitif yang Anda asumsikan.

 

 

 

VII. Perencanaan Operasi dan Manufaktur Bisnis.

Perencanaan operasi dan manufaktur harus mencakup faktor-faktor seperti lokasi pabrik, jenis fasilitas yang dibutuhkan, luas tanah yang dibutuhkan, peralatan utama yang dibutuhkan, dan tenaga kerja (penuh dan paruh waktu). Untuk bisnis manufaktur, perencanaan operasi dan manufaktur bisnis harus mencakup kebijakan dalam pengontrolan peralatan, pembelian, kontrol produksi, dan bagian produk yang mana yang akan dibeli dan operasi bisnis apa yang akan dilakukan oleh tenaga kerja (disebut dengan kebijakan pembuatan atau pembelian). Bisnis jasa pelayanan mungkin butuh untuk secara khusus memperhatikan lokasi (lokasi yang dekat dengan pelanggan adalah hal yang wajib), mengurangi biaya tambahan, dan memperoleh produktivitas kompetitif dari tenaga kerja.

  1. Siklus Operasi Bisnis.
  • Jelaskan waktu pasti atau keterlambatan yang menjadi karakteristik dari siklus operasi pokok bisnis Anda. (Termasuk grafik serupa yang didapati dalam Latihan Skrining Kesempatan Usaha.)
  • Jelaskan bagaimana setiap beban produksi musiman akan ditangani tanpa dislokasi yang berat (contoh: dengan membangun untuk menginventarisasi atau menggunakan bantuan paruh waktu pada masa puncak kesibukan).
  1. Lokasi geografis.
  • Jelaskan lokasi geografis bisnis yang sudah direncakan. Termasuk setiap analisis mengenai lokasi dan lain-lain yang sudah Anda lakukan.
  • Bahas setiap kelebihan dan kekurangan dari lokasi bisnis tersebut dalam kaitannya dengan tenaga kerja (termasuk ketersediaan tenaga kerja, apakah para pekerja membuat serikat pekerja, tingkat gaji, dan tenaga outsourcing), dekatnya lokasi dengan pelanggan dan/atau supplier, akses transportasi, peraturan yang berlaku serta besarnya pajak pada daerah atau negara tersebut (termasuk peraturan zoning dan dampak kelingkunganan), akses ke kebutuhan dasar (ketahanan dan penggunaan energi), dan lain-lain.
  1. Fasilitas dan pengembangan.
  • Bahas fasilitas yang dimiliki bisnis Anda, termasuk luas pabrik dan kantor, gudang penyimpanan dan tanah lapang, peralatan khusus, permesinan, dan peralatan utama lain yang sedang digunakan untuk menjalankan bisnis perusahaan Anda, juga bahas apakah fasilitas-fasilitas ini memadai dan memenuhi standar kesehatan, keamanan, dan peraturan kelingkunganan. Bahas setiap skala ekonominya.
  • Untuk permulaan, bahas bagaimana dan kapan fasilitas yang dibutuhkan untuk memulai produksi akan didapatkan.
  • Bahas apakah perusahaan Anda akan menyewa atau memperoleh (baru atau bekas) peralatan dan lahan bisnis dan pertimbangkan biaya dan penetapan waktu dari tindakan ini dan berapa pembiayaan yang diusulkan untuk dialokasikan pada pabrik dan peralatan.
  • Jelaskan peralatan yang akan dibutuhkan dalam tiga tahun ke depan.
  • Untuk permulaan, apabila Anda sedang menunggu untuk melakukan outsourcing manufaktur, tunjukkan lokasi dan besar dari firma, dan bahas keunggulan, risiko, dan rezim yang memonitor.
  • Bahas bagaimana dan kapan, dalam waktu tiga tahun, lahan akan diperluas dan peralatan akan dikembangkan serta kapasitas yang dibutuhkan oleh proyeksi penjualan masa yang akan datang dan setiap rencana untuk meningkatkan atau menambah luas pabrik yang sudah ada. Bahas setiap dampak kelingkunganan yang berkaitan dengan kebutuhan peluasan pabrik tersebut. Apabila ada rencana untuk memindahkan fasilitas, tenaga outsourcing, atau memindahkan tempat produksi ke luar negeri, bahas dampaknya terhadap masyarakat setempat. Pertimbangkan penetapan waktu dan biaya dari akuisisi semacam itu.
  1. Strategi dan perencanaan.
  • Jelaskan proses manufaktur yang terlibat dalam produksi produk Anda dan setiap keputusan berkaitan mensubkontraktorkan bagian komponen, ketimbang membangun manufaktur mandiri.
  • Batasi usulan kebijakan pembuatan atau pembelian yang berkaitan dengan keuangan inventori, kemampuan tenaga kerja yang ada, dan hal non-teknis lain, termasuk masalah produksi, biaya, dan kemampuan.
  • Bahas siapa yang akan menjadi subkontraktor atau supplier potensial dan setiap informasi tentang mereka atau survei yang telah dilakukan terkait mereka.
  • Hadirkan rencana produksi yang memperlihatkan informasi tingkat biaya/volume/inventori pada bermacam level penjualan dari operasi bisnis dengan perincian material yang dapat digunakan, tenaga kerja, komponen yang dibeli, dan biaya tambahan pabrik.
  • Bahas pendekatan Anda terhadap kontrol kualitas, kontrol produksi, kontrol inventori,; jelaskan kontrol kualitas dan prosedur inspeksi apa yang perusahaan Anda akan gunakan untuk meminimalisasi permasalahan pelayanan dan ketidakpuasan pelanggan.
  1. Masalah aturan dan hukum.
  • Bahas setiap ketentuan hukum negara, daerah, dan luar negeri yang relevan dengan produk, proses, atau layanan jasa Anda seperti lisensi, perizinan zoning, perizinan kesehatan, dan persetujuan kelingkunganan yang dibutuhkan untuk memulai operasi bisnis.
  • Perhatikan setiap perubahan peraturan yang sedang ditangguhkan yang dapat mempengaruhi sifat peluang Anda dan penetapan waktunya.
  • Bahas juga setiap kewajiban hukum atau kontraktual yang berhubungan dengan bisnis Anda.

VIII. Tim Manajemen.

Bagian perencanaan bisnis ini mencakup deskripsi dari fungsi-fungsi yang harus diisi, deskripsi dari manajemen personil kunci dan tugas utama mereka, gambaran struktur organisasi bisnis, deskripsi dewan direksi, deskripsi dari posisi kepemilikan investor lain, dan lain sebagainya. Anda harus menghadirkan indikasi komitmen, seperti kesediaan anggota tim untuk menerima gaji yang pantas, dan adanya kesimbangan yang baik antara kemampuan teknis, manajerial, dan bisnis dan pengalaman dalam mengerjakan apa yang direncanakan.

  1. Organisasi.
  • Hadirkan peranan manajemen kunci dalam perusahaan Anda dan individu-individu yang akan mengisi posisi tersebut. (Apabila perusahaan Anda sudah didirikan dan sudah cukup besar, grafik organisasi haruslah dilampirkan.)
  • Apabila tidak memungkinkan untuk mengisi setiap peranan eksekutif dengan seseorang yang bekerja penuh waktu tanpa menimbulkan pengeluaran tambahan yang berlebih, jelaskan bagaimana peranan-peranan tersebut akan dijalankan (contohnya: menggunakan spesialis atau konsultan paruh waktu untuk menjalankan beberapa peranan), siapa yang akan menjalankan peranan tersebut, dan kapan mereka akan digantikan dengan pegawai penuh waktu.
  • Apabila orang-orang kunci tidak akan langsung bekerja di perusahaan pada awal bisnis, tunjukkan kapan mereka akan bergabung dengan perusahaan Anda.
  • Bahas situasi terkini dan yang sudah lalu di mana orang-orang manajemen kunci telah bekerja bersama-sama yang dapat menunjukkan bagaimana kemampuan mereka melengkapi satu sama lain dan menghasilkan tim manajemen yang efektif.
  1. Personil manajemen kunci.
  • Bahas secara rinci karir penting yang sudah orang-orang kunci tersebut jalani, keahlian praktis yang relevan, kecakapan, dan rekam jejak keberhasilan mereka, yang menggambarkan kemampuan mereka untuk menjalankan peran yang ditugaskan. Sertakan dalam deskripsi Anda pencapaian penjualan dan profitabilitas mereka (besar neraca keuangan, jumlah anak buah, pengenalan produk baru, dan lain-lain) dan hasil manajemen secara umum atau manajemen kewirausahaan mereka sebelumnya.
  • Jelaskan tugas dan tanggung jawab spesifik dari setiap anggota kunci dari tim manajemen.
  • Lengkapi resume dari setiap anggota manajemen kunci yang harus disertakan di sini untuk Anda cermati atau perhatikan juga pelatihan yang relevan, pengalaman, dan pencapaian konkrit, seperti peningkatan laba dan penjualan, keberhasilan manajemen tenaga kerja, pencapaian manufaktur atau teknis, dan biaya dan waktu meeting dari mereka.
  1. Kompensasi dan kepemilikan manajemen.
  • Sebutkan gaji yang akan dibayarkan, kepemilikan saham yang direncanakan, dan besaran investasi ekuitas (jika ada) dari setiap anggota kunci dari tim manajemen.
  • Bandingkan kompensasi dari setiap anggota kunci dengan gaji yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka sebelumnya.
  1. Investor lain.
  • Jelaskan di sini setiap investor lain yang ada dalam bisnis Anda, angka dan presentasi dari keseluruhan saham yang mereka miliki, kapan mereka mendapatkan saham tersebut, dan pada harga berapa.
  1. Pekerjaan dan kesepakatan lain dan kontrak opsi saham dan rencana pemberian bonus.
  • Jelaskan setiap pekerjaan yang sudah ada atau yang masih direncanakan atau kesepakatan lain dengan anggota kunci.
  • Tunjukkan setiap saham berbatas jual dan investasi yang mempengaruhi kepemilikan dan disposisi saham.
  • Jelaskan setiap pilihan saham berdasarkan performa kinerja atau rencana pemberian bonus.
  • Rangkum setiap insentif kontrak opsi saham atau perencanaan kepemilikan saham yang diharapkan atau yang mempengaruhi pekerja dan orang-orang kunci.
  1. Dewan direksi.
  • Bahas filosofi perusahaan Anda mengenai besar dan komposisi dari dewan direksi.
  • Identifikasi setiap anggota dewan direksi yang diusulkan dan sertakan penyataan satu atau dua kalimat dari tiap latar belakang para anggota yang menunjukkan apa yang mereka dapat berikan ke perusahaan Anda.
  1. Pemegang saham, hak, dan pembatasan lain.
  • Tunjukkan setiap pemegang saham lain dalam perusahaan Anda dan setiap hak, pembatasan, atau kewajiban, seperti catatan atau jaminan, yang berhubungan dengan hal ini. (Apabila mereka semua telah diperhitungkan sebelumnya, catat saja bahwa tidak ada orang lain.)
  1. Penasihat dan layanan profesional pendukung.
  • Jelaskan layanan pendukung yang akan dibutuhkan.
  • Sebutkan nama dan afiliasi dari penasihat hukum, periklanan, konsultasi, dan perbankan yang Anda pilih untuk bisnis Anda dan layanan yang masing-masing dari mereka akan sediakan.

 

  1. Keberlanjutan dan dampak bisnis.

Bagian ini harus membahas mengenai keberlanjutan sosial, ekonomi, dan kelingkunganan dari model bisnis Anda. Karena pelanggan (dan investor) sangatlah tertarik untuk menyokong perusahaan yang proaktif terhadap masalah-masalah ini, membangun bisnis yang berkelanjutan dan telah bertanggung jawab secara sosial sejak awal dapat menghasilkan keunggulan kompetitif dan ekonomis.

  • Gambarkan setiap masalah kelingkunganan yang berkaitan dengan bisnis Anda dengan mempertimbangkan sumber daya, penghasilan limbah, dan ketaatan terhadap hukum.
  • Bahas sifat dari setiap peluang atas dampak terhadap lingkungan, seperti penurunan tingkat karbon, daur ulang, dan setiap teknologi hijau atau kapabilitas produksi yang dapat meningkatkan keberlangsungan bisnis.
  • Bahas karakter dari subkontraktor dan supplier yang Anda rencanakan untuk berbisnis bersama.
  • Bahas setiap keunggulan keberlanjutan bisnis yang Anda miliki atau yang dapat Anda kembangkan , dan bagaimana hal ini dapat dikaitkan dengan membangun loyalitas pelanggan dan dukungan masyarakat terhadap produk atau layanan jasa Anda.
  • Rangkum peluang pekerja yang sepertinya akan diciptakan oleh bisnis Anda, dan jelaskan setiap rencana untuk menggunakan tenaga kerja outsourcing atau lepas pantai dan bagaimana hal ini dapat memberikan dampak pada masyarakat dan kelompok pekerja Anda.
  • Periksa dampak kelingkunganan potensial dari bisnis Anda selagi bisnis Anda berkembang.
  1. Jadwal keseluruhan bisnis.

Jadwal bisnis yang menunjukkan penetapan waktu dan hubungan timbal balik dari setiap peristiwa besar yang dibutuhkan untuk memulai bisnis dan kesadaran akan tujuan penetapan jadwal keseluruhan bisnis tersebut adalah bagian yang sangat penting dari perencanaan bisnis. Konversi kas dan siklus operasi pokok dari bisnis akan memberikan masukan kunci untuk jadwal bisnis ini.  Jadwal bisnis yang disajikan dengan baik sangatlah berharga untuk meyakinkan investor potensial sehingga tim manajemen dapat merencanakan pengembangan dari bisnis dengan tetap menyadari hambatan yang mungkil muncul dan berusaha meminimalisasi risiko investor. Karena waktu untuk melaksanakan banyak hal cenderung dianggap remeh dalam banyak perencanaan bisnis, sangatlah penting bagi Anda untuk mendemonstrasikan bahwa Anda telah dengan tepat memperkirakan pertimbangan-pertimbangan di atas sebelum menentukan jadwal bisnis. Buatlah jadwal bisnis Anda seperti berikut:

  1. Rancang (gunakan diagram batang) siklus konversi kas bisnis Anda untuk setiap produk atau layanan jasa yang diharapkan, rentang waktu antara pemesanan dengan pembelian material mentah, atau antara kegiatan menginventarisasi barang dengan kegiatan pengiriman dan pengumpulan barang.
  2. Persiapkan jadwal bisnis bulanan yang menunjukkan penetapan waktu dari pengembangan produk, perencanaan pasar, program penjualan, produksi, operasi bisnis. Jadwal bisnis tersebut harus mencakup rincian yang memadai untuk menunjukkan penetapan waktu dari pekerjaan utama yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah aktivitas bisnis.
  3. Pada jadwal bisnis Anda, tunjukkan batas waktu setiap pekerjaan atau batu loncatan yang penting untuk keberhasilan bisnis Anda, seperti:
  • Inkorporasi bisnis.
  • Penyelesaian desain dan pengembangan.
  • Penyelesaian prototipe.
  • Mendapatkan perwakilan penjualan.
  • Mendapatkan tampilan produk dalam pameran dagang.
  • Penandatangan kesepakatan dengan distributor dan dealer.
  • Pemesanan material dalam kuantitas produk.
  • Memulai proses produksi dan operasi bisnis.
  • Menerima pesanan perdana.
  • Mengirimkan pesanan perdana.
  • Menerima pembayaran perdana atas piutang.
  1. Tunjukkan jadwal lonjakan jumlah personil manajemen, jumlah personil pemroduksian dan operasi bisnis, dan jumlah pabrik atau peralatan dan hubungan aspek-aspek tersebut dengan pengembangan bisnis.
  2. Bahas secara umum aktivitas yang kemungkinan besar menyebabkan pergeseran jadwal, apa langkah-langkah yang akan diambil untuk memperbaiki pergeseran jadwal tersebut, dan dampak dari pergeseran jadwal tersebut terhadap operasi bisnis, khususnya terhadap keberlangsungan dan keperluan modal bisnis.
  3. Risiko, Masalah, dan Asumsi Serius.

Setiap pengembangan bisnis pasti mempunyai risiko serta masalah, dan perencanaan bisnis selalu memuat beberapa asumsi implisit tentang risiko serta masalah tersebut. Anda harus menyertakan deskripsi risiko dan konsekuensi dari hasil buruk yang terkait dengan industri Anda, perusahaan Anda dan personilnya, daya tarik pasar atas produk Anda, dan penetapan waktu dan finansial dari permulaan bisnis Anda. Pastikan untuk membahas asumsi-asumsi yang berhubungan dengan proyeksi penjualan, pesanan pelanggan, dan sebagainya. Jika bisnis Anda memiliki suatu hal yang dapat dinilai sebagai kekurangan yang fatal, jelaskan mengapa hal tersebut bukanlah sebuah kekurangan fatal. Penemuan investor potensial atas setiap faktor negatif yang tidak Anda katakan dapat menurunkan kredibilitas bisnis Anda dan membahayakan pembiayaan bisnis Anda. Ketahuilah bahwa kebanyakan investor pertama-tama akan membaca bagian yang menjelaskan tim manajemen Anda dan kemudian mereka akan membaca bagian ini.

Jangan hilangkan bagian ini. Apabila Anda melakukannya, si pembaca kemungkinan besar menyimpulkan hal-hal berikut ini:

  1. Anda menganggap mereka sangat naïf atau bodoh, atau keduanya.
  2. Anda bermaksud menipu mereka.
  3. Anda tidak cukup objektif untuk menyadari dan menghadapi asumsi dan masalah.

Mengidentifikasi dan mendiskusikan risiko pada bisnis Anda menunjukkan kemampuan Anda sebagai seorang manajer dan akan meningkatkan kredibilitas diri Anda dan bisnis Anda di hadapan investor modal bisnis Anda atau investor privat. Melakukan inisiatif untuk mengidentifikasi dan membahas risiko bisnis membuat Anda terlihat bahwa Anda memikirkan risiko tersebut dan mampu mengatasinya. Risiko tersebut selanjutnya tidak akan dilihat sang investor sebagai sebuah kesulitan besar yang dihadapi perusahaan Anda.

  1. Bahas asumsi dan risiko bisnis yang ada secara implisit pada bisnis Anda.
  2. Identifikasi dan bahas setiap permasalahan besar dan risiko bisnis lain, seperti:
  • Kehabisan kas sebelum pemesanan berhasil.
  • Potongan harga potensial yang dilakukan kompetitor.
  • Setiap potensi tren industri yang tidak menguntungkan.
  • Biaya desain atau manufaktur melebihi yang diperkirakan.
  • Proyeksi penjualan tidak tercapai.
  • Pengembangan produk yang melenceng dari jadwal.
  • Kesulitan atau rentang waktu yang terlalu panjang yang dihadapi dalam usaha pembelian suku cadang atau material mentah.
  • Kesulitan yang dihadapi dalam memperoleh kredit bank yang dibutuhkan.
  • Biaya inivasi dan pengembangan yang lebih besar dari yang diperkirakan.
  • Kehabisan kas setelah pesanan datang.
  1. Tunjukkan asumsi, atau masalah potensial, dan risiko apa yang paling penting bagi keberhasilan bisnis Anda, dan jelaskan rencana Anda untuk meminimalisasi dampak dari perkembangan bisnis yang tidak menguntungkan kasus per kasus.

XII. Perencanaan Finansial.

Perencanaan finansial adalah hal yang mendasar untuk mengevaluasi sebuah peluang investasi dan harus merepresentasikan prakiraan terbaik Anda mengenai kebutuhan finansial. Tujuan dari perencanaan finansial adalah untuk menunjukkan potensi bisnis Anda dan untuk menghadirkan timetable dari keberlangsungan finansial perusahaan Anda. Perencanaan finansial juga dapat berfungsi sebagai perencanaan operasi bisnis untuk manajemen finansial yang menggunakan tolak ukur finansial. Dalam mempersiapkan perencanaan finansial, Anda harus melihat bisnis Anda dengan jeli dan pertimbangkan cara alternatif untuk memulai atau membiaya bisnis Anda tersebut.

Sebagai bagian dari perencanaan bisnis, manifes finansial harus dipersiapkan. Untuk memperkirakan kebutuhan arus kas, gunakan akuntansi yang berbasis kas, ketimbang yang berbasis akrual (contoh: gunakan analisis arus kas real time dari kwitansi atau pencairan yang diharapkan). Analisis ini harus mencakup analisis finansial tiga tahun ke depan, termasuk laporan laba-rugi tahun yang sedang berjalan dan tahun sebelumnya dan neraca keuangan, apabila dapat diterapkan; perkiraan laba dan kerugian selama tiga tahun ke depan; laporan keuangan proforma dan neraca keuangan; dan grafik titik impas. Pada manifest yang sesuai, atau pada sebuah lampiran, tentukan asumsi di balik item tersebut seperti tingkat dan pertumbuhan penjualan, periode pengumpulan dan pembayaran, kebutuhan inventori, besar kas, dan biaya barang-barang. Analisis Anda terhadap operasi bisnis dan siklus konversi kas dalam bisnis akan memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi asumsi penting ini.

Laporan pendapatan proforma adalah bagian perencanaan laba dari manajemen finansial dan dapat menunjukkan adanya kemungkinan potensi finansial dari sebuah bisnis baru. Karena biasanya tingkat laba, khusunya selama tahun-tahun permulaan bisnis, tidak akan mencukupi untuk membiayai kebutuhan mengoperasikan aset, dan karena pemasukan kas yang sebenarnya tidak selalu cocok dengan pengeluaran kas dalam jangka pendek, maka dianjurkan bagi Anda untuk menyusun prakiraan arus kas yang menunjukkan kondisi ini yang juga membuka kemungkinan bagi manajemen untuk merencanakan kebutuhan kas. Selanjutnya, neraca besar proforma digunakan untuk merinci aset yang dibutuhkan untuk menyokong tingkat proyeksi operasi bisnis dan, melalui liabilitas, untuk menunjukkan bagaimana aset-aset ini dibiayai. Neraca keuangan yang diproyeksikan dapat menunjukkan apabila rasio pinjaman-hingga-ekuitas, modal perusahaan, rasio saat ini, perputaran persediaan, dan sejenisnya, berada dalam batas yang dapat diterima yang dibutuhkan untuk mengukur pembiayaan masa yang akan datang yang diproyeksikan untuk bisnis Anda. Akhirnya, grafik titik impas yang menunjukkan tingkat penjualan dan produksi yang akan mencakup keseluruhan biaya, termasuk biaya-biaya yang bervariasi maupun yang serupa pada tiap tingkatan produksi, sangatlah berguna.

  1. Laporan pendapatan aktual dan neraca keuangan. Untuk bisnis yang sedang dijalankan, persiapkan laporan pendapatan dan neraca keuangan dari tahun yang sedang berjalan dan dua tahun sebelumnya.
  2. Laporan pendapatan proforma.
  • Menggunakan prakiraan penjualan dan biaya produksi pendukung dan operasi bisnis, siapkan laporan pendapatan proforma untuk paling tidak tiga tahun pertama.
  • Bahas secara menyeluruh asumsi-asumsi (contoh: besaran yang diperbolehkan untuk berhutang dan memberikan diskon diskon, atau setiap asumsi yang dibuat berkaitan dengan biaya penjualan, atau biaya umum atau administratif menjadi persentase yang telah ditetapkan terkait biaya atau penjualan.) yang dibuat dalam mempersiapkan laporan pendapatan proforma dan buatlah dokumentasinya.
  • Gambarkan perencanaan bisnis pada Bagian XI dan perhatikan setiap risiko besar, seperti efek dari penurunan tingkat penjualan sebesar 20 persen dari yang diproyeksikan atau dampak merugikan dari keharusan untuk berusaha maksimal meningkatkan tingkat produktivitas dari waktu ke waktu, yang dapat mengganggu usaha untuk mencapai target penjualan dan laba bisnis, juga sensitivitas laba terhadap risiko ini.
  1. Neraca keuangan proforma. Siapkan neraca keuangan proforma secara semi manual pada tahun pertama dan setiap akhir tahun selama tiga tahun pertama operasi bisnis Anda.
  2. Analisis arus kas proforma.
  • Proyeksikan arus kas setiap bulan untuk satu tahun pertama dari operasi bisnis Anda dan setiap triwulan sekurang-kuranganya untuk dua tahun ke depan. Rinci jumlah dan penetapan waktu dari pemasukan dan pengeluaran kas. Tentukan kebutuhan Anda dan penetapan waktu dari pembiayaan tambahan dan tunjukkan kebutuhan puncak dari modal perusahaan. Tunjukkan bagaimana pembiayaan tambahan yang dibutuhkan diperoleh, seperti melalui pembiayaan ekuitas, pinjaman bank, atau fasilitas kredit jangka pendek dari bank, dan bagaimana pembiayaan tambahan itu akan dilunasi. Ingat bahwa nominal-nominal ini berbasis kas, bukan akrual atau akuntansi.
  • Bahas asumsi-asumsi, seperti yang tercipta saat penetapan waktu dari pengumpulan piutang, diskon perdagangan yang diberikan, waktu pembayaran kepada vendor, kenaikan gaji dan upah yang direncanakan, antisipasi naiknya biaya operasi bisnis, karakteristik faktor musiman dari bisnis yang mempengaruhi kebutuhan inventori, pergantian inventori tiap tahun, pembelian peralatan kapital, dan lain-lain. Lagi-lagi, asumsi-asumsi ini real time (seperti kas), bukan akrual.
  • Bahas sensitivitas arus kas terhadap perbedaaan asumsi faktor bisnis (contoh: perubahan yang mungkin terjadi pada asumsi krusial tersebut sebagai sebuah peningkatan pada periode pengumpulan piutang atau tingkat penjualan lebih rendah daripada yang diperkirakan).
  1. Grafik titik impas.
  • Hitung titik impas dan siapkan grafik yang menunjukkan kapan titik impas akan dicapai dan setiap perubahan bertahap yang mungkin terjadi pada titik impas.
  • Bahas titik impas pada bisnis Anda dan apakah itu akan mudah atau sulit untuk dicapai, termasuk pembahasan dari besar volume penjualan impas relatif sampai penjualan total yang diproyeksikan, besar dari margin kotor dan sensitivitas harga, dan bagaimana titik impas ini mungkin dikurangi apabila bisnis Anda tidak mencapai proyeksi penjualannya.
  1. Kontrol biaya. Jelaskan bagaimana Anda akan memperoleh informasi tentang laporan biaya dan seberapa sering Anda memperoleh informasi tersebut, siapa yang akan bertanggung jawab untuk mengontrol elemen biaya yang bermacam-macam, dan bagaimana Anda akan mengambil sikap apabila anggaran belanja membengkak.
  2. Hal penting. Garis bawahi kesimpulan penting, termasuk besar maksimal dan penetapan waktu dari kas yang dibutuhkan, besar hutang dan ekuitas yang dibutuhkan, seberapa cepat tiap hutang akan dilunasi, dan sebagainya.

XIII. Penawaran Perusahaan Yang Diusulkan.

Tujuan perencanaan bagian ini adalah untuk menunjukkan jumlah uang yang sedang ditargetkan untuk didapat, karakter dan jumlah sekuritas yang ditawarkan kepada investor, penjelasan ringkas dari penggunaan yang akan berasal dari modal yang diperoleh, dan rangkuman dari bagaimana investor diharapkan mencapai tingkat pengembalian modal yang ditargetkan. Anda disarankan untuk membaca pembahasan tentang keuangan pada Bagian IV.

Pembiayaan perusahaan Anda yang akan Anda usulkan pada bagian ini adalah langkah-langkah awal dalam proses negosiasi dengan mereka yang berminat untuk berinvestasi, dan sangatlah mungkin pembiayaan Anda akan menggunakan jenis sekuritas yang berbeda dari yang awalnya diusulkan.

  1. Pembiayaan yang diinginkan. Berdasarkan proyeksi arus kas real time Anda dan prakiraan Anda atas berapa banyak uang yang dibutuhkan dalam tiga tahun ke depan untuk membiayai pengembangan dan/atau perluasan bisnis Anda seperti yang dideskripsikan, tunjukkan berapa kebutuhan modal yang akan didapatkan dari penawaran ini dan berapa yang kan didapatkan dari pinjaman berjangka atau fasilitas kredit.
  2. Penawaran.
  • Jelaskan jenis (seperti saham biasa, obligasi konversi, pinjaman dengan surat jaminan, pinjaman ditambah saham), harga unit, jumlah total sekuritas yang akan dijual pada penawaran ini. Apabila sekuritas tidak hanya berbentuk saham biasa, tunjukkan berdasarkan jenis, bunga, kematangan, dan kondisi konversi.
  • Tunjukkan persentase perusahaan yang para investor dari penawaran ini akan miliki setelah penawaran ini disepakati atau setelah memutuskan untuk melaksanakan setiap konversi saham atau membeli hak opsi dalam kasus yang berkaitan dengan obligasi konversi atau surat jaminan.
  • Sekuritas yang dijual melalui penempatan privat yang sehingga penjualan tersebut kemudian dibebaskan dari pendaftaran SEC harus berisi pernyataan berikut dalam bagian dari perencanaan:

Saham yang dijual dalam penawaran ini merupakan saham sekuritas berbatas jual dan mungkin belum siap untuk dijual kembali. Sang investor prospektif harus memahami bahwa sekuritas semacam itu mungkin dibatasi untuk dijual kembali dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Setiap pembeli diharuskan untuk menandatangani pernyataan kepuasan atas Kesepakatan Non Distribusi dalam formulir konsultan perusahaan.

  1. Kapitalisasi.
  • Hadirkan dalam bentuk tabel jumlah saham biasa yang beredar saat ini atau yang diusulkan untuk beredar nanti (pasca penawaran). Tunjukkan setiap saham yang ditawarkan oleh orang-orang manajemen kunci dan tunjukkan jumlah saham yang akan mereka pegang setelah selesainya pembiayaan yang diusulkan.
  • Tunjukkan berapa banyak saham dari saham biasa perusahaan Anda yang akan tetap terotorisasi tapi tidak dikeluarkan setelah penawaran dan berapa banyak yang akan disimpan untuk opsi saham untuk pekerja kunci masa mendatang.
  1. Penggunaan dana. Investor pasti ingin mengetahui bagaimana uangnya dibelanjakan. Sediakan deskripsi ringkas tentang bagaimana modal yang diperoleh akan digunakan. Rangkum sespesifik mungkin berapa yang akan digunakan untuk hal-hal seperti desain dan pengembangan produk, peralatan kapital, pemasaran, dan kebutuhan kapital lainnya secara umum.
  2. Pengembalian modal investor. Tunjukkan bagaimana valuasi Anda dan kepemilikan saham yang diusulkan akan menghasilkan tingkat pengembalian modal yang diinginkan untuk investor yang telah ditargetkan dan apa mekanisme menuai atau meninggalkan saham yang kiranya akan digunakan (IPO , penjualan surat berharga, merjer, MBO, dll.)

XIV. Lampiran.

Sertakan informasi yang terlalu banyak, tetapi diperlukan, untuk dicantumkan pada bagian utama dari rencana bisnis (spesifikasi produk atau foto; daftar referensi, supplier dari komponen penting; analisis khusus dari faktor lokasi, fasilitas, atau hal teknis; laporan dari konsultan atau ahli teknik; dan salinan persetujuan peraturan penting, lisensi, dll.).

LANGKAH 5

INTEGRASIKAN TIAP BAGIAN.

Integrasikan bagian lain yang Anda buat ke dalam perencanaan bisnis yang koheren yang dapat digunakan sesuai dengan tujuan pembuatannya.

LANGKAH 6

MEMINTA MASUKAN.

Setelah perencanaan bisnis Anda tulis, Anda disarankan untuk mengulas ulang perencanaan bisnis Anda tersebut. Tidak peduli seberapa hebat Anda atau tim Anda, Anda biasanya akan mengabaikan aspek permasalahan dan ancaman bagi bisnis Anda. Seorang reviewer yang baik dapat memberi Anda keuntungan karena penilaiannya yang objektif. Kuasa hukum Anda dapat memastikan bahwa dalam perencanaan bisnis Anda tidak ada pernyataan yang keliru dan perencanaan bisnis Anda juga membahas tentang semua ketentuan dan hal sejenisnya.

[1]Operating margin is a margin that additionally subtracts all overhead and operational expenses from revenues, indicating the amount of profit the company has left before figuring in the expenses of taxes and interest. Lih. http://www.investopedia.com/ask/answers/122314/what-difference-between-gross-margin-and-operating-margin.asp

[2] Niche Market (baca: nis atau nic) adalah pasar yang yang sangat fokus terhadap suatu jenis atau layanan tertentu. lih. http://hot.yukbisnis.com/niche-market/

[3] Payback Period adalah jumlah tahun yang diperlukan untuk mengembalikan investasi yang telah dikeluarkan. Lih. shirinesipila3.blogspot.com/

[4] Sales force adalah orang-orang yang menjual produk atau jasa melalui kontak langsung dengan pelanggan. Lih. https://ml.scribd.com/doc/31304166/SalesForce