Belajar Bejo dari Pak Jokowi

jkwSaya sering terkagum-kagum dengan pencapaian dari teman-teman saya. Ada dari mereka yang pernah ikut pertukaran pelajar di sana sini lah, jadi ketua di a dan b, menang lomba ini itu, nerbitin tulisan atau buku, prestasi akademiknya mentereng, bikin gerakan kece, dapet beasiswa, dan/atau kerja di tempat prestisius dan well-paid setelah lulus. Kalau dibandingkan dengan apa yang telah capai, kiranya apa yang sudah saya capai biasa-biasa aja. Ada mungkin yang saya pribadi anggap spesial, tapi overall mah biasa aja lah. Bukan mau berendah diri ya, semacam self-evaluation aja hehe..

Meski demikian, kadang-kadang sih jujur aja saya suka ngerasa gimanaa gitu kalau ngeliat pencapaian dari mereka teman saya itu. Kalau dibilang saya iri sih engga, atau dibilang pengen ada di posisi mereka juga tidak sepenuhnya benar. Bahkan bisa jadi juga dua pernyataan terakhir saya itu tidak sepenuhnya benar namun tidak saya sadari. Atau, bahkan bisa juga ini cuma campuran perasaan saja. Ya, menjelaskan perasaan itu bagi saya memang serasa sulit. No wonder I am still single until now hehehe

Lalu, hubungannya caption ini dengan gambar adalah suatu ketika dalam perasaan yang sulit saya jelaskan tersebut saya jadi teringat dengan sosok yang baru-baru ini saya idolakan karena dulu nyoblosnya gambar Pak Prabowo. Beliau adalah Joko Widodo dan gambar tersebut adalah cuplikan biografi beliau ketika beliau semuran saya (24 tahun). Tidak banyak sepertinya yang dapat dituliskan. Saya juga belum pernah dengar pak Jokowi waktu muda pernah jadi ketua anu, atau pernah ikut pertukaran pelajar, atau juga pernah jadi pemakalah di seminar internasional. Dari beberapa biografi singkat saya hanya mendapatkan informasi bahwa beliau waktu muda kuliah di UGM, ambil jurusan kehutanan, tekun mempelajari perkayuan, pas lulus kerja diperusahaan, berhenti terus buka usaha sendiri. That’s all. Walaupun demikian, siapa sangka sekarang beliau lah Presiden Indonesia sekarang haha..

Kalau begitu, akhirnya sayapun jadi bisa melihat cahaya terang di ujung terowongan. Jokowi aja yang dulunya “begitu” aja bisa jadi presiden, jadi kesempatan untuk jadi sukses buat kita-kita kaum muda yang biasa-biasa aja juga sangat terbuka lebar. Namun, bukan berarti saya sedang merendahkan beliau ya. Beliau saya rasa juga ketika muda punya prestasi yang mungkin tidak terdokumentasikan dengan baik, atau yang setidaknya beliau sendiri anggap sebagai prestasi. Saya juga tidak sedang bilang bahwa berprestasi ketika muda itu tidak berguna. Yang saya ingin coba bilang adalah saya yakin bahwa Jokowi itu terus mengusahakan peningkatan-peningkatan dalam hidupnya. Jadi, berusahalah terus karena kita tidak pernah tahu usaha yang kita lakukan itu akan menghasilkan apa dan membawa kita ke mana. Sukur-sukur kalau anginnya bagus kita bisa main layangan.. Sukur-sukur nanti saya bisa jadi presiden kaya pak Jokowi. Kalaupun bukan saya, seengganya yang jadi presidennya ya yang baca postingan ini; apalagi yang komen, like, share, atau mengucapkan kata aamiin pasti kesempatan menjadi presidennya akan lebih besar. Kalau sudah jadi Presiden, jangan lupa angkat saya sebagai Menko, yang merangkap juga Plt Menteri..

Jokowi adalah kita… iya kita…
Semoga pak Jokowi panjang umur dan sehat selalu..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s