Spekulasi Saya Tentang Kudeta Turki

turkey-coup

Sumber Gambar: Google Images

Kalau ada yg bilang kudeta ini adalah skenario erdogan untuk pencitraan saya rasa tidak begitu, karena melakukan kudeta itu gak gampang, sangatlah rumit. 29 kolonel dan 5 jenderal itupun kayanya mana mau berkorban dijadiin boneka bodo-bodoan cuma buat pencitraan erdogan saja. Siapa yang mau juga  dicatat dalam sejarah sebagai para penghianat negara? Apalagi, katanya pimpinan faksi militer ini dekat dengan kelompok gulen. Terlalu beresiko untuk berinvestasi merencanakan upaya drama kudeta pada diri sendiri hanya untuk meningkatkan popularitas dan menggebuk lawan politik.

Yang akhirnya jadi menarik bagi saya adalah keberadaan dari erdogan ketika kudeta terjadi yaitu sedang liburan. Sederhana sekali ya sepertinya: sedang liburan pada hari Jumat (ya suka2 presiden juga sih mau liburan hari apa juga). Saya memiliki spekulasi, yaitu bahwa bisa jadi sebenarnya kudeta ini sudah diketahui oleh erdogan dan intejelen turki. Kemudian erdogan diamankan dan dibawa jauh dari ibu kota dengan alasan berlibur karena akan sangat repot apabila sang presiden ditahan oleh pengkudeta.

Kalau spekulasi saya ini benar, maka ini menjukkan bahwa kerja intelejen turki sangat baik sehingga bisa mendapatkan informasi mengenai kudeta. Bahkan hanya dalam waktu beberapa jam saja setelah proses percobaan kudeta berlangsung pemerintah langsung bisa menyebutkan bahwa dalangnya adalah fethullah gullen, rival erdogan. Hal ini bisa saja menguatkan asumsi saya bahwa sebenarnya informasi kudeta ini sudah bocor sebelum dilakukan. Akan lebih aman kalau pemerintah menunjuk hidung kolonel kose yang jelas2 ada di lapangan ketimbang gulen yang jelas-jelas sedang di Amerika. Walaupun memang kose diketahui sebagai orang dekat gerakan gulen sehingga wajar apabila dikaitkan dengan gulen, tetap saja pemerintah pasti punya sumber lain dari intelejen yang menyebutkan keterlibatan gulen. Intelejen bekerja dengan baik dalam kasus ini.

Di samping itu, bisa jadi juga intelejen turki tidak bekerja dengan baik karena ternyata percobaan kudeta telah dilakukan dan menimbulkan korban jiwa. Seharusnya apabila informasi tentang kudeta bisa didapat mereka, bisa saja kudeta diberangus sebelum dieksekusi sehingga tidak akan menimbulkan korban jiwa.

Namun, bisa jadi juga seperti yang sudah saya sebut di atas kalau sebenarnya informasi kudeta sudah diketahui pemerintah namun pemerintah sengaja mendiamkannya dan membiarkannya terjadi karena beberapa alasan tertentu, misalnya ingin menangkap basah (karena sebelum dilaksanakan, kudeta bukti belum cukup), atau alasan-alasan yang sifatnya politis.

Yang saya heran adalah kok ini pengkudetanya sepertinya amatir sekali. Pengkudeta gagal mendapatkan informasi tentang ketiadaan erdogan di ibu kota. Erdogan yang bebas pun akhirnya bisa berbicara di depan media mempropagandakan presepsi bahwa kudeta telah gagal yang akhirnya jadi realita. Ini juga menandakan bahwa sepertinya tidak ada orang ring 1 erdogan yang terlibat kudeta karena ya tidak ada supply informasi tentang kepergian erdogan. Atau, bisa jadi ini adalah kudeta yang dipaksa pecah sebelum waktunya. Kalau disebut “dipaksa” lalu siapa aktor yang memaksanya? Apa motifnya?

Ya sekali lagi ini hanyalah spekulasi dari saya. You be the judge

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s