Biaya Kuliah di Berbagai Negara di Dunia

college-education

sumber gambar: google images

Belakangan ini saya sering dengar para mahasiswa bicara tentang biaya kuliah/Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang katanya banyak masalah di sana sini. Ada yang bilang UKT yang diterapkan di beberapa universitas kenamaan di Indonesia tidak terjangkau oleh khususnya kalangan menengah dan menengah ke bawah (mahal). Saya akhirnya jadi penasaran sebenernya kalau di negara lain itu “biaya kuliahnya berapaan sih?”. Yasudah saya cari saja data yang kira-kira bisa saya dapat dengan gak susah susah amat. Ini dia rata-rata biaya kuliah (SPP/tuition) Undergraduate Program/Bachelor Degree (S1) di beberapa negara di dunia untuk warga negaranya (domestic citizens) bukan international students (karena untuk int. students biasanya tuition nya lebih mahal):

Amerika Serikat (GDP per capita US$56,300): Besaran rata-rata tuition di universitas-universitas negeri (public) di AS adalah sekitar $9,139 per tahun. http://www.topuniversities.com/student-info/student-finance/how-much-does-it-cost-study-us

Kanada (GDP per capita US$45,900): Biaya kuliah di universitas negeri di Kanada berkisar CA$6,000 (~US$4,534) per tahun. http://www.topuniversities.com/student-info/student-finance/how-much-does-it-cost-study-canada

Argentina (GDP per capita US$22,400): Biaya kuliah di universitas negeri di Argentina gratis. http://www.thecompleteuniversityguide.co.uk/international/central-and-south-america/argentina/

Brazil (GDP per capita US$15,800): Biaya kuliah di universitas negeri di Brazil gratis. http://www.topuniversities.com/where-to-study/latin-america/brazil/guide#tab=2

Jerman (GDP per capita US$47,400): Gratis biaya kuliah di universitas-universitas negeri namun biasanya ada biaya administrasi per semester dengan kisaran sampai dengan EUR 250  http://www.topuniversities.com/student-info/university-news/undergraduate-tuition-fees-axed-all-universities-germany

Belanda (GDP per capita US$49,300): Rata-rata biaya kuliah di universitas negeri di Belanda adalah EUR 1,984 per tahun. http://www.studyinholland.co.uk/tuition_fees.html

UK (GDP per capita US$41,200): Biaya kuliah di universitas negeri di Inggris dan Wales maksimal sebesar £9,000 per tahun. Namun, Biaya kuliah beberapa universitas negeri sekitar £6,000 per tahun. http://www.topuniversities.com/student-info/student-finance/how-much-does-it-cost-study-uk

Austria (GDP per capita US$47,500): Biaya kuliahnya gratis. http://www.mastersportal.eu/articles/405/tuition-fees-at-universities-in-europe-overview-and-comparison.html

Finlandia (GDP per capita US$41,200): Biaya kuliahnya gratis. (ibid.)

Norwegia (GDP per capita US$68,400): Gratis biaya kuliah di universitas negeri. Namun tiap semester mahasiswa harus membayar biaya administrasi sebesar NOK 300-600 (32 – 64 EUR approx.) (ibid.)

Swiss (GDP per capita US$59,300): Biaya kuliah di universitas negeri di Swiss berkisar pada 580 CHF (535 EUR) per semester. (ibid.)

Spanyol (GDP per capita US$35,200): Biaya kuliah di Universitas negeri di Spanyol berkisar antara 680 – 1,400 EUR per academic year. (ibid.)

Perancis (GDP per capita US$41,400): Biaya kuliah di universitas negeri di Perancis berkisar antara 200-600 EUR per tahun. (ibid.)

Italia (GDP per capita US$35,800): Biaya kuliah di universitas negeri di Italia berkisar antara 850-1000 EUR per tahun. (ibid.)

Jepang (GDP per capita US$38,200) : Rata-rata biaya kuliah di Universitas negeri di Jepang berkisar antara ¥500,000 sampai ¥1,000,000 (US$4,140-8,280) per tahun. http://www.topuniversities.com/where-to-study/asia/japan/guide#tab=2

Korea Selatan (GDP per capita US$ 36,700): Rata-rata biaya kuliah di Universitas negeri di Korea Selatan berkisar antara US$2,000 sampai US$4,500 per semester. http://www.topuniversities.com/where-to-study/asia/south-korea/guide#tab=2

Australia (GDP per capita US$65,400): Rata-rata biaya kuliah di universitas negeri di Australia berkisar antara AU$6,152 (US$4,770) sampai AU$10,266 (US$7,960) per tahun. http://www.topuniversities.com/student-info/student-finance/how-much-does-it-cost-study-australia

China (GDP per capita US$14,300): Rata-rata biaya kuliah di universitas negeri di China sebesar US$3,500 per tahun. http://www.topuniversities.com/where-to-study/asia/china/guide#tab=2

Arab Saudi  (GDP per capita US$55,400): Pemerintah Arab Saudi memberikan banyak beasiswa kepada mahasiswa sehingga biaya kuliah di sana relatif gratis. http://www.studyoverseas.com/studying-abroad/study-in-middle-east/study-in-saudi-arabia/#h2

India (GDP per capita US$6,100): Biaya kuliah di universitas ternama di India rata-rata Rs50.000 (USD736) per tahun.  http://www.studyabroaduniversities.com/Cost-of-Study-and-Living-in-India.aspx

Singapura (GDP per capita US$85,700) : Rata-rata biaya kuliah di universitas negeri di Singapura S$14,000 (~US$10,000). http://www.topuniversities.com/where-to-study/asia/singapore/singapore/guide#tab=2

Malaysia (GDP per capita US$26,600): Rata-rata biaya kuliah di universitas negeri di Malaysia adalah US$3,985 per tahun. http://www.topuniversities.com/where-to-study/asia/malaysia/guide#tab=2

Brunei Darussalam (GDP per capita US$79,700): Hanya ada 12 universitas negeri di Brunei. Biaya kuliah di Universiti Brunei Darussalam berkisar antara B$3,000 (non laboratory based) sampai B$10,000 (laboratory based/medical/engineering) (US$2,228 – US$7,429) per tahun. http://www.ubd.edu.bn/governance/administrative-services/bursar-office/tuition-fees/undergraduate-programmes/

Filipina (GDP per capita US$7,500): Biaya kuliah di the 4 top universities di FIlipina berkisar antara P50,000 (Uni. Of the Phillipines) sampai P178,241 (Ateneo De Manila Uni.) (US$1,064 – US$3,793) (http://www.imoney.ph/articles/cost-college-top-schools-philippines-world/

Indonesia (GDP per capita US$11,300): Biaya kuliah di PTN berkisar antara 0 sampai belasan juta per semester.

Silakan tarik kesimpulan sendiri aja….

Catatan:
-Sumber yang dipakai rata-rata berasal dari tahun 2015 dan 2016

-GDP per capita tercantum adalah GDP per capita tahun 2015 https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_GDP_(PPP)_per_capita

-Kurs BCA 24 Juni 2016
USD1 = IDR13.380,00
EUR1 = IDR14.913,68
GBP1= IDR 18.607,05
Kurs BCA 24 Juni 2016 http://www.bca.co.id/Individu/Sarana/Kurs-dan-Suku-Bunga/Kurs-dan-Kalkulator

Jokowi Sang Rumput Tetangga dan Fenomena Pejabat Takut Istri

Yang menarik yang saya lihat dari video ini adalah: Pertama,  Presepsi “rumput tetanga lebih indah” ternyata terjadi juga pada tataran antar bangsa. Ke dua, dari komentar yg muncul dari warga malaysia, entah mengapa ada juga yg berkomentar tentang PM Najib yg takut sama istrinya. Jadi, kejadian suami takut isteri ternyata tidak hanya terjadi dalam rumah tangga masyarakat biasa saja, tapi juga terjadi dalam rumah tangga pejabat negara, dalam hal ini kepala negara/pemerintahan. Sudah menjadi  rahasia umum di Malaysia kalau PM Najib itu takut sama Rosmah Mansor, istrinya. Rosmah juga sering dikabarkan mempengaruhi keputusan politik yang dilakukan PM Najib terhadap Malaysia. Makanya dalam video ini salah srorang politisi Malaysia, Mat Sabu berkelakar bahwa KPK Malaysia takut sama Polisi, Polisi takut sama KPK, Polisi dan KPK takut sama PM Najib, dan PM Najib takut sama Rosmah. Bayangkanlah betapa besarnya power dari Datuk Paduka Seri Hajjah ini hahaha. Isu suami takut istri juga sempat menimpa Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Media Australia pernah merilis data dari Wikileaks bahwa Bu Ani banyak mempengaruhi pak Presiden SBY dalam mengambil kebijakan. Wikileaks juga menyebutkan bahwa Bu Ani juga kerap menjadi broker bisnis dengan memanfaatkan posisinya sebagai istri Presiden. Bu Ani juga disebut sebagai penasihat utama Presiden SBY, lebih utama ketimbang Wapres dan jajaran Menterinya. Lalu, bagaimana dengan Pak Jokowi? Apakah Pak Jokowi juga “takut” sama Bu Iriana? Sepertinya menarik untuk kita simak hehe

Yang jelas, pelajaran yang dapat kita ambil adalah, apabila kamu sedang mengusahakan sesuatu kepada pejabat negara, entah itu usaha untuk menurunkan biaya kuliah, menghapuskan peraturan, atau hal-hal lain dan ternyata usahanya “mentok” di pejabat negara tersebut, tidak ada salahnya kamu coba lobby isterinya saja. Suami yang baik, pasti sayang isterinya hehe #kidding

Tentang Pelarangan Aktivitas HTI di ISI

rektor-isi-keluarkan-sk-pelarangan-ormas-di-kampus-fm4elndzsg

sumber gambar: news.okezone.com

Komentar saya atas isi berita di tautan http://news.okezone.com/amp/2016/06/18/65/1418784/rektor-isi-keluarkan-sk-pelarangan-ormas-di-kampus?=utm_source=br

Kalau tidak salah, UU No. 17 Tahun 2013 tentang Ormas sudah mengatur tentang mana ormas yang boleh ada dan tidak di Indonesia. Salah satu pasalnya menyebutkan bahwa Ormas tidak boleh memiliki ideologi / asas yang bertentangan dengan Pancasila, sesuai hasil constitutional review yang diajukan ke MK. Ideologi  Hizbut Tahrir Indonesia adalah Islam, dan menurut mereka Islam tidak bertentangan dengan Pancasila. Jadi, menurut mereka secara perundang-undangan tidak ada UU yang mereka langgar. Namun bagaimana tentang pandangan mereka tentang Khilafah? Khilafah itu bukan ideologi mereka, namun adalah cara pandang teknis terhadap sistem pemerintahan yang ideal. Bagaimana apabila dibilang bahwa konsep daulah Khilafah itu bertentangan dengan konsep NKRI? Sejauh hanya dalam tataran konsep, masih di pikiran belum kepada tataran tindakan saya rasa tidak ada unsur pidananya atas ancaman terhadap keamanan negara. Tapi, kan mereka sudah mengumpulkan massa, sudah buat seminar-seminar? Apakah yang demikian tidak dianggap sebagai sebuah tindakan nyata? Tenang saja, mereka tidak akan melakukan kudeta terhadap pemerintahan kok, mereka juga tidak akan masuk ke lembaga legislatif untuk mengubah UU/UUD yanh ada di Indonesia. Mereka organisasi yang tidak memakai kekerasan fisik. Jadi sebenarnya mereka bukan merupakan ancaman bagi NKRI.

Kalau memang ISI yang melarang penyebaran Ideologi lain selain pancasila di kampusnya, ISI harus konsisten bahwa tidak hanya penyebaran ideologi Islam saja yang dilarang, ideologi-ideologi/isme-isme lain juga harusnya dilarang. Pokoknya cuma boleh pancasila saja. Tapi, gelagatnya sih kayanya sebenernya ISI bukan alergi sama Islam. Mereka kayanya cuma sebel aja sama HTI, bukan Islamnya hehehe

Kira-kira para penyuara kebebasan berekspresi, berserikat dan berkumpul bakal pada bersuara gak ya?

Tanggapan Saya Atas Adanya Penutupan Warung Makan Pada Siang Hari Selama Bulan Ramadhan

warung
Allah swt mewajibkan kita untuk beramar ma’ruf dan bernahi munkar “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan Ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imron:104). Amar ma’ruf artinya adalah menyeru kepada kebaikan, sedangkan nahi munkar adalah mencegah terhadap terjadinya kemunkaran (keburukan). Jumhur ulama menghukumi amar maruf nahi munkar ini fardhu, baik fardhu ain, maupun fardhu kifayah.

Wajibnya bagi umat Islam untuk beramar ma’ruf nahi munkar ini juga menjadi konsekuensi logis bagi ummat Islam untuk berdakwah. Dakwah itu artinya menyampaikan dan sebaik-baiknya perkataan adalah yang menyeru menuju Allah. “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru menuju Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. [Fushshilat:33]. Jadi, dalam Islam itu gak ada ceritanya ummat Muslim cuek terhadap sesama atau sekitarnya. Tidak ada istilah masalah keimanan, masalah ibadah adalah urusan masing-masing sehingga kita tidak berhak ikut campur. Saya resah dengan pemikiran yang mengatakan beragama itu janganlah manja. Sebagian dari kita berdalih bahwa tidak usah lah ummat Islam itu dilarang melakukan ini dan itu. Biar saja mereka yg memutuskan sendiri, mereka yg akan menanggung konsekuensinya. Kalau yang imannya kuat pasti tidak akan tergoda. Jadi, tidak usahlah itu harus dilarang-larang, disensor-sensor, atau ditutup-tutup.
Beragama kok manja sekali. Begitu katanya.

Pernyataan tersebut menurut saya adalah manis namun berpotensi menyesatkan. Sesama muslim itu harus saling mengingatkan. Tidak bisa kita cuek kalau ada muslim lain yang berniat bermaksiat sembari mengatakan “ah biarkan saja kalau imannya kuat juga dia gak bakal ngelakuin maksiat tersebut kok”. Yang benar adalah kita harus saling menasihati dalam kebenaran, tawa saubil haq. Harus kita cegah lah saudara kita yg mau bermaksiat itu, bukan malah dibiarkan dan diserahkan kepada imannya saja. Jadi, bentuk pelarangan, penyensoran, penutupan sesuatu yang dapat menimbulkan maksiat harus kita pandang sebagai upaya dari seseorang/pemerintah untuk beramar ma’ruf nahi munkar. Yakinlah bahwa mereka sedang ber amar ma’ruf nahi munkar sesuai dengan kemampuan mereka.

Hal yang harus diingat juga adalah bahwa amar ma’ruf nahi munkar dan berdakwah harus dilakukan dengan cara-cara yang baik, dengan hikmah dan akhlaqul karimah. Memang sangat disayangkan bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang berdakwah dengan cara-cara yg tidak dibenarkan seperti misalnya dengan menggunakan kekerasan. Yang seperti ini sebenarnya tidak perlu dicaci maki karena sudah baik mereka ada kemauan untuk berdakwah, tinggal dibenarkan saja caranya. Sekali lagi bahwa beramar maruf nahi munkar dan berdakwah itu wajib dan harus dilaksanakan. Seperti halnya shalat, ketika ada seseorang yg misalkan dalam bacaan shalatnya salah, jangan larang dia untuk shalat, tetapi kita bantu dalam perbaiki shalatnya.

Bagaimana apabila ada yg sudah kita dakwahi tapi tetap saja dia melakukan maksiat? Hidayah memang Allah swt yang kasih, hak Allah swt. Meski demikian, tetep orang tersebut tidak boleh kita cuekin. Kalau ada yg demikian, kita doakan saja semoga Allah swt memberi taufiq dan hidayah-Nya kepada dia. Ummat Islam gak boleh cuek. Yang selama ini keliru kan, ada sebagian dari kita yang belum apa-apa sudah bilang yg seperti saya sebutkan sebelumnya: “kalau imannya kuat dia gak bakal maksiat kok. Dia sudah tahu mana yg benar mana yang salah”. Yang ini keliru karena kita harus mendakwahi orang tersebut itu sebelumnya. Masalah iman dia mah memang urusan dia, tapi masalah dakwah adalah lain lagi, adalah kewajiban kita. Walaupun dia sudah tahu mana yg benar dan yg salah, kan bukan berarti kita tidak wajib mengingatkan dia lagi. Masalah hasil mah biar Allah swt saja yg menentukan, asal kita ikhtiarkan dulu dengan mendakwahi orang tersebut.

Dalam konteks penutupan warung makan pada siang hari selama bulan ramadhan, saya sih melihatnya hal tersebut sah-sah saja dilakukan pemerintah dalam konteks mereka beramar ma’ruf nahi munkar dengan cara mereka. Ada pernyataan yang bilang bahwa kita kan ada muslim yang secara syariat diperbolehkan untuk tidak berpuasa jadi tidak perlu ditutup dong warung makannya, cukup dikasih tirai saja warungnya biar gak kelihatan sama yang puasa. Begini ya, puasa ramadhan itu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Tidak berpuasa tanpa alasan yang dibenarkan syariat adalah perilaku maksiat. Kita dilarang oleh Allah swt untuk tolong menolong dalam kemaksiatan sebagaimana Allah swt. berfirman yang artinya “Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”(QS. Al Maidah: 2).

Bukanya warung makan pada siang hari dikhawatirkan dapar memfasilitasi orang-orang muslim yg berpuasa untuk melakukan maksiat dengan tidak berpuasa tanpa landasan syari. Saya yakin itu di warteg-warteg pengunjungnya lebih banyak orang Islamnya, dan tidak sedikit yang tidak berpuasa tanpa alasan syari, walaupun saya juga tidak sadar bahwa generalisasi seperti ini tidaklah baik. Semakin banyak warteg yg buka, semakin besar peluang orang muslim yg imannya goyah untuk bermaksiat dengan membatalkan puasanya. Muslim yang imannya goyah mungkin bukan Anda, tapi di luar sana banyak. Kalau dibilangin begini mungkin ada yg nyeletuk “ah itumah dianya aja yg imannya gak kuat.” Kan udah dibilangin di atas kalau masalah tersebut berbeda dengan masalah dakwah. Bagi saya menutup warung pada siang hari selama bulan ramadhan itu adalah salah satu bentuk dakwah. Kalau pemilik warung makannya itu adalah muslim, dia seyogianya menimbang-nimbang bahwa dari membuka warung makannya tersebut lebih banyak mana mudharat atau mashlahatnya. Menolong orang-orang yg tidak berpuasa atau non muslim dengan buka warung makan adalah baik, mashlahat, namun Allah swt akan murka sekali apabila ternyata kita lalai sehingga akhirnya masuk ke dalam kategori orang-orang yang tolong menolong dalam dosa.

Terus akan muncul pertanyaan “memangnya yang bisa membatalkan puasa itu hanya makan di warung makan saja? Kan orang bisa saja ke warung biasa atau mini market buat beli air atau roti buat ngebatalin puasa siang-siang”. Ya ini kan sedang ngomongin warung makan, nanti malah jadinya ke mana-mana pembahasannya. Kalau logika yg dipakai seperti itu, ya pasar juga seharusnya ditutup, atau pabrik air mineral juga harus ditutup selama siang hari di bulan ramadhan karena menjual dan memproduksi apa-apa yg membatalkan puasa. Kan tidak sesederhana itu ya. Harus dikaji lagi kalau untuk permasalahan ini.

Patut diingat bahwa makan di warung makan bagi kebanyakan orang adalah kebiasaan, tidak mesti menjadi keharusan. Tidak ada salahnya kita mengubah kebiasaan kita selama bulan ramadhan. Yang tadinya biasa makan siang di warteg, kan gak ada salahnya bulan ramadhan ga usah niat makan di warteg, namun bikin dan bawa bekal sendiri dari rumah. Walaupun lebih ribet kenapa tidak? Toh lebih sehat dan ekonomis.

Lalu muncul lagi pernyataan “menutup warung selama satu bulan kan merampas hak mencari penghasilan seseorang.” Ingatlah bahwa bulan ramadhan itu datang tidak sekonyong-konyong. Kita semua pasti tahu bahwa ramadhan itu tiap tahun akan datang. Sebagai pedagang muslim yang baik, sudah seharusnya kita mengantisipasi itu apabila kita tidak ingin kehilangan penghidupan selama satu bulan. Caranya bisa macam-macam: mulai dari menabung di 11 bulan sebelumnya, membuka usahanya menjelang berbuka hingga sahur, sampai membuka usaha lain. Tak sedikit loh saya melihat pengusaha makanan yg ganti barang dagangan selama bulan ramadhan atau yg mengubah jam operasional warung makannya. InsyaAllah lebih barokah deh. Toh rezeki dari Allah swt kan bukan hanya yg berbentuk uang/materi. Kita sehat, bisa membantu orang terhindar dari dosa, dapat beribadah selama bulan puasa juga merupakan rezeki yang patut disyukuri. Jangan sekali-sekali melihat rezeki itu dalan bentuk uang saja. Jangan sekali-sekali berdagang hanya karena materi. Carilah keridhaan Allah swt. Kalau Allah swt sudah ridha ke kita, apa kita yakin Allah swt akan tega menyengsarakan kita?

Untuk memahami tentang rezeki, tentang semua hal yg saya sebutkan di atas memang butuh ada yang kita pelajari. Kita harus belajar ilmu agama Islam yang mencakup aqidah, syariat dan akhlak, tidak cukup dipahami dengan akal semata. Dan ini juga penting disadari oleh semua pihak termasuk pemerintah. Jadi, himbauan penutupan warung makan yg dilakukan oleh pemerintah itu menurut saya sah-sah saja dilakukan dengan landasan yg sudah saya sebutkan apalagi kalau memang ada Perda-nya (tentu saja setelah disosialisasikan). Namun, tidaklah cukup sampai di sana. Pemerintah juga harus mengedukasi para pedagang tentang persiapan ramadhan, biar nanti tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk kehilangan penghidupannya selama bulan ramadhan. Ulama juga menurut saya harus berperan juga dalam mengedukasi nilai-nilai keIslaman kepada mereka karena saya khawatir mereka melakukan hal ini (membuka warung makan siang hari selama ramadhan) semata-mata karena keawaman mereka akan ilmu-ilmu agama. Eksekusi dari peraturan menutup warung makan itupun harus dilakukan dengan baik. Beri peringatan tertulis dulu sebelum ada penutupan agar semua bisa berjalan lebih lancar. Mengenai pemerintah tebang pilih dalam menutup rumah makan, seperti analogi yg saya sudah sebutkan di atas tentang shalat, ya tinggal diperbaiki saja penerapan peraturannya agar tidak tebang pilih. Saya kira itulah pendapat saya tentang penutupan warung selama bulan ramadhan dari sudut pandang beramar ma’ruf nahi munkar. Pandangan dari sudut pandang tasamuh (toleransi) (karena masyarakat kita heterogen)dan pemerintahan mungkin belum bisa saya berikan sekarang. Wallahu A’lam

Tentang Puasa

waktu-tepat-mengajari-anak-berpuasa

sumber gambar: hernotes.com

Kata pak Kyai, ibadah #puasa mengajarkan kita untuk taat kepada ketetapan yang sudah Allah swt buat; mengajarkan kita untuk beriman dan bertaqwa. Pada surah Al-Baqarah 183 disebutkan bahwa puasa ramadhan telah diwajibkan kepada orang beriman sebagaimana pendahulu kita agar kita bertaqwa. Iman dahulu, kemudian menuju taqwa. Kita percaya kepada Allah swt dan Rasul-Nya dan kita ikuti perintah dan jauhi larangannya. Mungkin ada yg pernah bertanya “emang kenapa sih harus puasa ramadhan?” Kalau katanya puasa itu biar kita ngerasain apa yg dirasakan orang miskin, untuk dapat merasakan bagaimana rasanya jadi orang miskin kenapa kita ga ikutan program Jika Aku Menjadi di Trans TV aja coba, atau Tukar Nasib di RCTI? Atau, katanya puasa itu biar sehat. Kalo biar sehat, ya kenapa harus ribet-ribet puasa? Olahraga juga bikin sehat kok. Atau tentang rukun puasa seperti puasa itu dimulai saat terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Kalau rukunnya begitu, kita jalankan seperti itu saja. Jangan mentang-mentang misalnya “saya kan kuat, yaudahlah saya mah buka puasanya ga mau jam 6 sore pas maghrib, tapi jam 10 malem aja.” Maka dari itu untuk menjalankan ibadah puasa kita butuh beriman terlebih dahulu. Orang yang beriman yakin bahwa Allah swt tidak akan asal-asalan dalam menetapkan sesuatu. Sebagai sang Pencipta, Allah swt tahu mana yang terbaik untuk makhluknya. Maka dari itu jalankanlah perintah-Nya dan jauhilah larangan-Nya. Pasti ada hikmah dibalik perintah dan larangan yang sudah Dia tetapkan. Dengan menggunakan akal dan ilmu bisa saja kita meraba-raba apa hikmah di balik perintah #puasa ramadhan. Namun kalau sekiranya akal dan ilmu kita tidak sampai, kembalikan lagi saja ke iman. Toh seperti yg sudah dibilang sebelumnya, Allah swt pasti sudah mentukan mana yang terbaik bagi makhluknya.

Di samping itu, puasa adalah ibadah yang melatih kita untuk ikhlas. Ibadah puasa itu adalah ibadah yang sulit kita pamerkan, berbeda dengan ibadah lain. Kalau sedekah misalnya bisa kan kita pamerkan dengan menggulung uang 100ribu di depan orang lain terus dengan terang-terangan kita masukan ke kotak amal. Yang lain misalnya shalat, bisa saja kita sholat dengan gaya yang sangat khusu sekali kalau ada orang lain, sedangkan pas gak ada orang lain shalatnya kaya ayam lagi matuk makanan.

Kalau puasa sulit seseorang mau nyombonginnya; ciri-ciri orang berpuasa itu susah diliat. Si ini lemes, pasti lagi puasa. Si anu seger banget, pasti lagi ga puasa. Si anu mulutnya bau, pasti lagi puasa. Kan gak bisa begitu juga. Terlepas dari memang kita bisa ngumumin ke orang-orang bahwa kita lagi puasa atau ngasih kode2 di medsos “alhamdulillah sebentar lagi mau maghrib”, puasa itu mengajarkan kita untuk ikhlas bahwa ibadah yang sebenarnya hanya bisa diketahui oleh kita dan Allah swt semata. Ibadah puasa sulit dilihat dari aktivitas/ciri fisik dari orang yg menjalankannya. Puasa mengajarkan kita untuk menjauhi sifat riya dalam beribadah dan hanya mengharapkan penilaian dan keridhan Allah swt semata. Wakafa billahi syahida, cukuplah Allah swt yg menjadi saksi.

Puasa juga mengajarkan kepada kita untuk selalu merasa diawasi oleh Allah swt, sadar bahwasanya Allah swt maha melihat. Tidak ada hal sekecil apapun di muka bumi ini yang dapat luput dari penglihatan Allah swt. Bisa jadi kita ikut sahur bareng teman-teman kita. Namun, mengenai puasa kita sampai maghrib atau tidak, kalau kita sembunyikan, tidak akan ada yang tahu kecuali diri kita dan Allah swt. Orang yang berpuasa, bisa saja ketika sedang berwudhlu siang-siang dengan sengaja menelan airnya seteguk dua teguk. Dijamin tidak akan ada yang tahu, bahkan orang yg berwudhu di sebelahnya pun tidak akan tahu. Tapi kenapa kita tidak melakukan itu? Kita tidak melakukannya karena kita tahu bahwa Allah swt senantiasa mengawasi kita. Perasaan merasa selalu diawasi inilah yg penting untuk dipupuk. Apabila perasaan ini tidak hanya ada saat puasa saja, melainkan juga dalam menjalankan aktivitas kita sehari-hari, saya yakin tidak akan ada yg mau korupsi, karena sadar walaupun KPK tidak melihat, tapi Allah swt maha melihat apa yg kita perbuat, dan Allah swt adalah sehebat-hebatnya pemberi pembalasan. Dengan perasaan merasa selalu diawasi kita akan senantiasa melakukan segala sesuatu dengan jujur, dengan berhati-hati agar yg kita lakukan tidak melanggar apa yg telah Allah swt larang.

Masih banyak lagi hikmah dari puasa yang bisa kita gali. Puasa juga mengajarkan kita untuk senantiasa bersabar dan bersyukur. Puasa mengajarkan kita untuk disiplin. Puasa sebagai ibadah sosial juga mengajarkan kita untuk saling tolong menolong antar sesama (salah satunya dengan memperbanyak sedekah), dan lain-lain. Yang jelas, ibadah puasa ini adalah untuk kita, bukan untuk Allah swt. Allah swt tidak akan rugi kalau kita tidak puasa. Allah swt juga tidak akan sedikitpun berkurang keagungan-Nya meskipun tidak ada satupun orang di dunia ini yang berpuasa, yang beribadah kepada-Nya. Makhluk lah yang membutuhkan Khaliq, bukan sebaliknya. Gak percaya? Buktikan saja nanti pas kalian sudah meninggal. Allah swt telah berfirman bahwa setelah kematian manusia ingin dikembalikan lagi ke dunia agar bisa beramal shalih, agar bisa beribadah lagi. Tapi sayang, semuanya nanti akan sudah terlambat. Mari kita jadikan ibadah puasa ramadhan kita juga menjadi ajang untuk bermuhasabah diri. Ibadah kita, kita yang butuh. Semoga Allah swt ridha terhadap amalan shalih kita. Wallahu a’lam.

Cerita Anak Kucing Masjid #1

myhome_2

Kemarin anak kucing masjid ini katanya jatuh dari lantai 3 ke selasar depan masjid. Dia langsung sekarat, kaya mau mati. Matanya merem, nafasnya pun pelan. Kakinya juga ngelipet kaya patah gitu. Sama ibunya juga ga diapa-apain, dijilat kek atau ditetein juga engga. Ibunya cuma meong2 aja. Saya sih emang udah feeling, ah kucingnya ga bakal mati. Masih kecil mah biasanya gampang sembuh nanti juga sehat lagi, sukur2 dapet kekuatan ajaib. Ternyata katanya malemnya itu kucing udah bisa jalan2 lagi kaya biasa. Pas tadi ditengok, ternyata kakinya pincang satu. Ah entar juga sembuh lagi kayanya. Mitosnya kucing itu punya nyawa sembilan. Kalau benar, berarti nyawa dia sisa 8. Saya sih ga percaya mitos-mitos. Saya cuma percaya kalau yang namanya mati itu ada waktunya dan kemarin adalah bukan waktunya kucing itu buat mati. Mati mah atas izin Allah. Mau kalian lompat dari gedung 10 juga, kalau belum azalnya mah ya ga bakal mati. Gak percaya? Coba aja sendiri, sayasih ogah.