HmI-Kohati

cambnpwviaa6prn

Sekitar 3 minggu lalu, pas saya ikutan acara Korps Alumni HmI (KAHMI) di Balkot, Bandung saya ngeliat ada nenek-nenek sepuh tiga orang jalan bareng ke sana ke mari. Nenek-nenek tersebut make baju yang sama dengan kita, baju yang dikasih panitia. Iya, mereka itu juga alumni HMI. Kayanya mah Korps HMI-wati (Kohati) generasi pertama. Yang serada aneh saya liat, kok itu nenek-nenek sepuh itu ke mana-mana diikutin sama Pol-PP dua orang. Dari keramaian pun saya dengar, ternyata nenek yang ditengah itu “Ibunya Pak Wali”. Pantesan aja dikawal sama Pol-PP, ternyata nyokapnya Ridwan Kamil. Memang, ayah-ibunya Ridwan Kamil itu keduanya aktivis dan alumni HmI tahun 1960an. Ayah-ibunya Ridwan Kamil itu pertama kali ketemu satu sama lain di HmI dan berjodoh. Makanya Ridwan Kamil pernah bilang kalau “tidak ada HmI tidak ada saya”. Ada kisah cinta di HmI. Makanya sering juga ada guyonan “belum sempurna HmI-mu kalau kamu tidak bisa mendapatkan Kohati”. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s