Untuk Kawanku Para Perokok

Katanya, mendingan merokok saja karena merokok tidak merokok juga bakal mati. Hmm, kalau begitu, mendingan kita makan obat nyamuk aja dong karena makan atau tidak makan obat nyamuk juga pasti bakal mati. Mendingan kita minum air saja, karena minum ataupun tidak minum juga bakal mati. Mati adalah niscaya, mau rokok akhirnya diciptakan atau tidak juga yang bernyawa akan mengalami maut. Kayanya lucu aja kalau memakai analogi seperti itu. Ya memang sih biasanya mereka juga ngakunya itu bercanda.

Jujur aja, rokok adalah produk yang jujur. Bahayanya sudah ditulis oleh sang produsen di kemasannya. Makanya kalau kata Aa Gym juga sebenarnya nasib perokok itu sudah bisa terlihat di bungkus rokok. Tapi, entah mengapa produk yang satu itu tetap saja laris manis. Merokok itu kaya dosa: efek fatalnya jarang terlihat / terasa langsung. Yang ada, rasanya malah nikmat. Coba kalo yg dikatakan KH. Zainuddin MZ dalam ceramah-ceramahnya benar terjadi. Andai saja tiap melalukan 1 dosa kepala kita langsung benjol, pasti kepala kita udah gak karu-karuan; andai saja setiap orang yg merokok sebats langsung dapet serangan jantung pasti tidak banyak orang yg mau nekat merokok. Memang betul, melawan sesuatu yg tidak terlihat itu lebih berat ketimbang melawan sesuatu yang jelas terlihat.

Saya menghormati orang yang merokok. Tidak harus setuju dengan rokok untuk dapat menghormati. Merokok adalah kegemaran mereka, saya hormati itu. Biasanya, perokok tersebut gemar berterima kasih dengan membagi asap rokoknya dengan saya. Namun, saya seringnya keberatan karena saya tidak suka dengan asap rokok. Silakan nikmati saja asapnya sendiri, jangan dibagi-bagi ke saya. Seperti halnya orang yang ngupil. Silakan saja kalian enak-enakan mengupil, tapi upilnya simpan sendiri saja tidak usah dibagi ke saya karena saya tidak suka upil, saya masih normal. Saya sukanya sama perempuan.

Tidak usah merokok. Meski begitu, kalau tetap ingin merokok, merokoklah pada tempatnya, buang puntung rokoknya ke tempat sampah, atau kalau tidak ada tempat sampah ditelan saja lah. Perhatikan juga sekeliling kalian. Survey yang saya kira-kira sendiri menunjukkan bahwa 90% orang yang tidak merokok itu terganggu oleh asap rokok, sisa 10% nya berbohong kalau dia tidak terganggu oleh asap rokok. Ga usah pake ditanya segala “gapapa nih gue ngerokok?”. Sadar diri aja. Ketika dia bilang “gapapa kok santai aja” sebenarnya dalam lubuk hatinya yang terdalam dia lebih nyaman apabila tidak ada asap rokok sama sekali. Yuk saling memberikan kenyamanan, atau sekalian saja berhenti merokok. Tidakkah teman-teman ingin mati dengan tubuh yang setidaknya lebih sehat?

dengan penuh cinta dan setengah sebel,

temanmu

Sumber gambar: OA LINE@ faktual

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s