Refleksi 69 Tahun HMI

Hari ini adalah tepat 69 tahun Himpunan Mahasiswa Islam didirikan (dalam tahun masehi). Kita sekarang adalah bukti bahwa HmI adalah organisasi pengkaderan. HmI adalah organisasi pengkaderan yang bukan hanya ada untuk masa lalu dan sekarang, namun juga untuk masa depan. Sudah 69 tahun roda pengkaderan berputar terus. Jalan yang dilaluinya tidak selalu mulus, sebagaimana juga titik pada sebuah roda yang selalu berputar yang kadang di atas, kadang juga di bawah. Sejarah telah mencatat bahwa HmI pernah menghadapi ujian-ujian berat yang mengancam eksistensi organisasi. Itu dulu, sekarang juga begitu. Rintangan dan ujian selanjutnya juga sudah menunggu di depan mata. Tidak mengapa saya rasa. Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa pelaut yang handal tidak diciptakan dari kondisi laut yang tenang?

Kalau ibaratnya manusia, 69 tahun adalah usia senja, usia tua.  Lazimnya, manusia yang usianya hampir kepala tujuh terkena penyakit yg biasa menimpa orang-orang tua seperti pikun, rabun penglihatan, osteoporosis, dan susah mendengar. Saya harap HmI jangan sampai menderita penyakit-penyakit tersebut. HmI jangan sampai pikun sehingga melupakan mission HmI sebagai cita-cita bersama dan Islam sebagai landasan perjuangan. HmI juga jangan sampai rabun sehingga bingung membedakan mana kebenaran, mana pembenaran. HmI juga jangan sampai keropos dalam pergerakan fastabiqul khairat untuk menggapai ridha Allah SWT. HmI juga jangan sampai sulit mendengar aspirasi kader di tingkat grass root dan masyarakat Indonesia sebagaimana dulu Jenderal Besar Sudirman mengatakan bahwa HmI itu Harapan masyarakat Indonesia. HmI harus meneladani Rasulullah SAW yang ketika semakin tua semakin bertambah kemuliaannya dan ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Maka dari itu, tidak ada salahnya di milad HmI yang ke-69 ini kita semua bermuhasabah. Sudah luruskah niat kita dalam ber-HmI? Dari apa yang sudah kita semua lakukan di HmI, apakah Allah SWT akan ridha, atau justru murka? Sudahkah kita ber-HmI sesuai dengan pedoman konstitusi juga Qur’an dan hadis? Sudah seberapa seriuskah kita memperjuangkan mission HmI? Sudahkah HmI menjadikan diri kita lebih baik, dan kita menjadikan HmI lebih baik? Semoga apa yang masih buruk bisa kita semua perbaiki dan yang sudah baik bisa kita tingkatkan. Semoga Allah SWT selalu memberikan hidayah dan taufiq kepada kita, kepada HmI. Selamat milad HmI ke-69. Bahagia HmI.

 

Jatinangor, 2 Februari 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s