Pertemuan Rektor dengan Muspika Jatinangor 19 September 2015

rktr.jpg

Setelah pelaksanaan shalat Istisqa yang dilaksanakan di Lapangan Gor Jati Unpad, Rektor Unpad mengadakan forum silaturahmi dengan Ulama dan Umara (Stakeholders/Muspika) Jatinangor. Dari pertemuan tersebut, ada beberapa poin penting yang saya catat. Intisarinya kurang lebih sebagai berikut:

Aspirasi dari Ulama & Umara Jatinangor:
1. Kecamatan Jatinangor harus dikelola / ditangani secara khusus. Meskipun sudah ada PP dan Perda yang menyebutkan  dan mengatur bahwa Jatinangor merupakan kawasan strategis Provinsi, Jatinangor masih dikelola seperti kecamatan pada umumnya. Dari awal, pasti pemerintah sudah melakukan perencanaan terkait Unpad. Namun, perencanaan belumlah sampai membahas masyarakat sekitarnya sehingga terjadilah kesenjangan yang tinggi antara masyarakat dengan PTN. Selain itu, karena Jatinangor dipandang sebagai kecamatan yang potensial, banyak kelompok-kelompok / LSM-LSM yang bermunculan sehingga Jatinangor ini tidak ngahiji. Adapun penyatuan kelompok-kelompok ini dianggap penting agar bisa saling bersinergi. Unpad, sebagai perguruan tinggi yang memiliki banyak akademisi yang merupakan ahli dalam berbagai persoalan diharapkan mampu memberi kontribusi dalam pemecahan persoalan dan juga pengembangan Jatinangor. Untuk mencapai hal tersebut, komunikasi antara Unpad dengan masyarakat harus bisa lebih intensif. Masyarakatpun mengapresiasi Rektor Unpad yang sudah mau turun langsung untuk “menjemput bola” juga bekerjasama dengan Muspika Jatinangor dalam beberapa acaranya.

2. Masyarakat Jatinangor sangat mengapresiasi bantuan Unpad terkait beras dan buku bacaan. Masyarakat Jatinangor juga sangat berterima kasih atas program pelatihan pengelolaan perpustakaan kecil yang diselenggarakan Unpad di desa-desa di Jatinangor. Diharapkan ke depan bantuan dari Unpad dapat ditingkatkan kembali baik intensitas maupun kualitasnya.

3. Masyarakat mengharapkan siswa lulusan SMA/Sederajat di Jatinangor dapat diprioritaskan untuk dapat diterima sebagai mahasiswa Unpad.

4. Pendapatan Zakat, Infaq, dan Shadaqah, kecamatan Jatinangor bisa dibilang yang terkecil di antara kecamatan-kecamatan lain di Sumedang. Padahal, jumlah penduduk Jatinangor kurang lebih ada 100.000 jiwa, itupun belum ditambah dengan mahasiswa. Maka dari itu, diharapkan ada kerjasama antara Unpad dengan Kecamatan Jatinangor terkait pengelolaan zakat Civitas Unpad.

5. Masyarakat berharap lebih banyak lagi warga Jatinangor yang bisa bekerja di Unpad sebagai salah satu bentuk kepedulian Unpad terhadap kesejahteraan masyarakat Jatinangor.

6. Kantor pemerintahan kecamatan Jatinangor dirasa tidak representatif karena posisisnya yang tidak strategis. Diharapkan Unpad dapat memberikan hak penggunaan tanah Unpad yang berada di seberang pangkalan Damri untuk lahan kantor pemerintahan kecamatan Jatinangor yang baru.

7. Jatinangor sebaiknya memiliki ikon kawasan pendidikan yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat.

Dari aspirasi-aspirasi yang sudah ada, komitmen dari Rektor Unpad adalah sebagai berikut:

1. Masjid ditaruh di depan karena memang ditugaskan untuk jadi yang paling depan dalam berinteraksi dengan masyarakat. Maka dari itu silakan masyarakat ikut memakmurkan masjid Unpad sebagai juga bagian dari masyarakat.

2. Fenomena Perguruan Tinggi tidak memberi dampak langsung kepada masyarakat sekitar tidak hanya terjadi di Unpad, melainkan terjadi di mana-mana. Unpad tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton saja atas kemajuan Unpad. Terlebih, Unpad tidak ingin masyarakat malah menjadi korban. Bagaimana tidak, orang datang dari luar Jatinangor, menimba ilmu. Setelah ilmu didapat, mereka pun mengabdi di tempat lain, bukan di Jatinangor. Mau bagaimana juga, Unpad sudah berada hampir seperempat abad di Jatinangor, dan sebagian besar waktu Civitas Unpad dihabiskan di Jatinangor. Maka dari itu, Unpad berkomitmen untuk selalu menjemput bola untuk bersama-sama membangun Jatinangor. Kampus hadir di masyatakat, dan masyarakat juga harus hadir di kampus. Unpad dan masyarakat harus lebih terbuka dalam menceritakan permasalahannya. Maka dari itu, forum ini bukanlah forum yang terakhir. Ke depannya akan terus ada forum seperti ini.

3. Masyarakat Jatinangor dipersilakan untuk memanfaatkan fasilitas Unpad. Bahkan, beberapa waktu yang lalu dari pihak kecamatan menanyakan kepada beliau apakah bisa Gor Jati Unpad digunakan untuk acara 17 Agustusan? Tentu saja boleh! Silahkan saja pakai fasilitas Unpad. Bahkan, kalau bisa, di gor Jati masyarakat bikin pertandingan sepakbola antar kampung. Tidak mungkin tidak cukup pemainnya, libatkan juga mahasiswa, kan mahasiswa juga masyarakat Jatinangor.

4. Unpad merupakan kampus yang terbuka bagi masyarakat. Unpad dinilai memiliki banyak pintu masuk ke kampus. Meski demikian, kita semua harus bisa tertib, salah satunya adalah dengan keluar masuk melalui pintu yang telah disediakan sebagaimana kita apabila bertamu masuk melalui pintu depan. Pintu masuk ke Unpad harus dibenahi, bukan untuk menghalangi masyarakat untuk masuk, melainkan agar tercipta ketertiban. Tertib itu perlu. Bahkan dalam hal berkendara di Unpad, seharusnya kita semua harus mematuhi rambu-rambu yang ada. Jangan sampai ada yang melanggar, lebih-lebih berkendara melawan arus yang semestinya. Aspek premanisme dalam penggunaan fasilitas Unpad juga harus diberantas (ini terkait penggunaan lahan di dekat asrama di depan FIB yang tidak semestinya. Oleh orang luar malah digunakan sebagai lahan parkir, padahal ingin dijadikan taman asrama).

5. Unpad adalah Universitas berkualitas yang ditandai dengan masuk (diterima) Unpad susah, keluarpun (lulus) juga susah. Maka dari itu, perlu kiranya SMA-SMA di Jatinangor memiliki kualitas yang baik pula agar siswanya bisa berkuliah di Unpad. Untuk lebih meningkatkan kompetensi SMA-SMA tersebut, nanti Unpad akan pikirkan.

6. Unpad akan membangun Taman Science & Technology yang akan menjadi ikon dari Unpad dan Jatinangor.

7. Mengenai kantor pemerintahan Jatinangor, sebelum forum ini sebenarnya Unpad sudah mempersilakan Polsek dan Koramil untuk membangun kantornya di tanah Unpad yang ada di seberang pangkalan Damri karena pada dasarnya itu tanah negara juga.

8. Unpad dan Kecamatan Jatinangor harus bekerjasama dalam pendataan mahasiswa yang merupakan penduduk pendatang karena selama ini kebanyakan mahasiswa penduduk pendatang tidak melakukan registrasi kependudukan di Jatinangor.

9. Pada dasarnya, sebagian besar yang menjadi aspirasi masyarakat sudah dipikirkan juga oleh Unpad. Unpad sudah memiliki konsep, tinggal diimplementasikan saja. Kalau ditanya kapan harus dilakukannya, seharusnya dilakukan kemarin karena pada dasarnya kita memang sudah terlambat. Meski demikian, kita harus tetap optimis.

(Ridwan).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s