Rektor Memilih Dekan

humas-unpad-2015_11_10-eos-7d-15_57_18-00074594Tadi abis shalat tarawih, di mihrab masjid, dosen2 pada ngobrol. Salah seorang dosen senior cerita katanya dulu Pa Ganjar (Rektor Unpad sebelum yg sekarang) pernah didemo sama mahasiswa, dimintai pertanggung jawaban (atas hal apanya tidak diceritakan). Lalu dengan gampangnya Pak Ganjar bilang ke mahasiswa tersebut “Saya dipilih oleh Senat, jadi saya bertanggung jawab kepada Senat, bukan kepada Anda-Anda ini.” Sayapun tertawa mendengar cerita itu. Kebayang sama gaya bicara Pak Ganjar yg ceplas ceplos straight to the point dan ekspresi mahasiswa yg mendemo beliau setelah Pa Ganjar mengeluarkan pernyataan begitu.

Cerita tersebut disisipkan di tengah perbincangan pro-kontra mengenai wacana akan diberlakukannya pemilihan Dekan yg sebelumnya dipilih terlebih dahulu oleh Senat Fakultas, ke depan dengan status Unpad sebagai PTN-BH Rektor dimungkinkan untuk menunjuk langsung Dekan dari tiap-tiap fakultas. Yang setuju dengan wacana tersebut beralasan bahwa Dekan dan dan Rektor harus memiliki satu visi yang sama sehingga Rektor harus memilih Dekan yg memiliki satu visi dengan beliau, bukan Senat fakultas (yg belum tentu satu visi dengan Rektor) yg memilih karena kebanyakan yg terjadi di Fakultas adalah Dekan lebih cenderung dipilih karena rasa suka atau tidak suka, bukan karena kapabilitasnya.

Di sisi lain, pihak yang tidak setuju beralasan bahwa apabila Dekan dipilih langsung oleh Rektor, maka dikhawatirkan bahwa Dekan akan lebih setia kepada Rektor ketimbang para Dosen dan tendik di Fakultas. Dikhawatirkan, nanti Dekan akan cenderung menyenangkan Rektor dibandingkan menyenangkan para Dosen dan tendik di Fakultas karena yg memilihnya (konstituennya) adalah Rektor, bukan para Dosen dan tendik yg diwakili oleh Senat Fakultas. Jadi, nanti khawatir akan ada statement serupa dengan yang di atas “Yang pilih saya adalah Rektor, jadi saya nurutnya ke Rektor aja, bukan ke Anda-Anda.”

Perbincangan tadi sebenernya bukan perbincangan yang serius. Hanya obrolan biasa saja. Mumpung lagi pada ngumpul, yaudah ngobrol aja ketawa ketiwi. Yang jelas, kesemuanya bersepakat kalau yang ideal itu adalah ketika Dekan dipilih langsung oleh civitas akademik Fakultas dalam sebuah pemilihan raya. Dengan dipilih melalui pemilihan raya, diharapkan Dekan akan lebih merasa mempunyai tanggung jawab untuk mensejahterakan civitas akademik Fakultas karena memang merekalah yg memungkinkan si Dekan tersebut menjadi Dekan. Walaupun begitu, dalam hati saya bertanya “Fakultas adalah sebuah institusi pendidikan. Apabila kursi Dekan diperebutkan melalui pemilu raya, tidakkah nantinya akan terkesan ini seperti institusi yg sangat politis?” Eh tunggu dulu, pemilihan yang sudah-sudah juga sudah sangat politis kok hehe..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s