Aksi, Demo atau Demonstrasi?

ratusan2bmahasiswa2bgelar2baksi2bdemo2bdi2bdepan2bistana2b3

sumber gambar: topmetro.co

Disebut apakah kegiatan di atas?

Kalau dibilang aksi, itu menjadi terlalu mengg eneralisasi karena seolah-olah hal selain itu bukanlah sebuah aksi.
Kalau dibilang aksi turun ke jalan, seolah-olah mahasiswa itu ada di tempat yang lebih tinggi sehingga mereka harus turun padahal seharusnya mahasiswa harus selalu berada setara, bersama dengan masyarakat.
Kalau dibilang demo, nanti sama yang lain suka dibercandain. Mau demo apaan? Demo masak?

Maka dari itu saya lebih setuju dengan penggunaan kata demonstrasi. Demonstrasi itu secara leksikal (makna kamus) berarti pernyataan protes yang dikemukakan secara massal. Pelakunya disebut demonstran. Sedangkan, aksi secara leksikal artinya gerakan atau tindakan dan pelakunya disebut aktor. Dengan itu, menurut saya penggunaan kata aksi yang tujuannya saya tangkap sebagai eufemisme dari demonstrasi bagi saya kurang tepat karena kata aksi bermakna general.

Berdemonstrasi adalah sah-sah saja dilakukan. Berdemonstrasi dilakukan untuk menyampaikan protes terhadap suatu pihak yang biasanya adalah penguasa. Berdemonstrasi biasanya dilakukan oleh groups with less power ketika usaha-usaha diplomatis yang mereka lakukan gagal. Namun, a

da juga kelompok yang malah melakukan demonstrasi dengan harapan bisa memulai diplomasi. Tepat atau tidak silakan teman

-teman nilai sendiri. Yang jelas, berdemonstrasi itu tidak salah. Yang salah itu tukang bajigur karena udah tau airnya keruh, tapi malah diaduk-aduk.

Apabila demonstrasi dinilai sebagai sebuah tindakan moral, ada hal yang harus kita pahami. Tindakan moral itu ada dua, yang satu adalah tindakan moral otonom, yang satu adalah tindakan moral heteronom. Tindakan moral heteronom adalah tindakan yang dilakukan akibat dorongan dari luar diri sendiri. Jadi, si subjek moral tersebut melakukan tindakan moral karena dorongan dari orang lain. Kalau kamu ikut berdemonstrasi hanya karena kamu ikut-ikutan saja, hanya karena

diajak senior, atau hanya biar dibilang keren, tanpa tahu alasan logis mengapa kamu sampai memutuskan berdemonstrasi maka itu tidaklah tepat.

Di sisi lain, tindakan moral otonom adalah tindakan yang dilakukan akibat dorongan dari dalam diri sendiri. Inilah sebaik-baiknya tindakan moral. Seseorang ikut berdemonstrasi karena dia benar-benar paham apa yang dia perbuat sehingga dapat menjelaskannya dengan logis. Dorongannya berasal dari dalam diri sendiri. Pun apabila dia memang berdemonstrasi karena diajak, dia paham kenapa dia mau dan harus ikut. Dia bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya itu s

ecara moral dan nalar. Tapi, salah tidak apabila seseorang berdemonstrasi karena dorongan heteronom? Sekali lagi, berdemonstrasi atas dasar dorongan heteronom tidaklah salah asal dalam konteks sedang belajar. Yang salah itu sebenernya ikan kembung karena udah tau kembung tapi masih aja berenang di air.

Wahai mahasiswa, tidak mengapalah kalian berdemonstrasi karena dalam sebuah hadis yang sahih disebutkan bahwa jihad yang u

tama adalah menyampaikan yang haq, yang benar di hadapan pemimpin yang dzalim. Kalau ada yang bilang bahwa demonstrasi itu tidak menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah seperti bikin macet, mengganggu aktivitas masyarakat, ngeganggu kuliah, dan lain-lain bilang saja kepada mereka bahwa kalian hanyalah mahasiswa yang dengan alpanya dapat menimbulkan masalah, bahwa kalian bukanlah Pegadaian yang bisa mengatasi masalah tanpa masalah.

Muhamad Ridwan
Ditulis ketika belum makan

pgd

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s