Oleh-oleh dari Rapat dan Pawai Akbar HTI

rpa-bandung1

sumber gambar: google images

Tadi siang saya bersama beberapa kawan turut juga menghadiri Rapat dan Pawai Akbar (RPA) HTI se Jawa Barat di lapangan Gasibu. Acaranya sangat ramai. Puluhan ribu orang memenuhi lapangan Gasibu. Terakhir saya datang ke acara ramai-ramai begini yaitu waktu 2014 lalu, sewaktu Prabowo-Hatta mengadakan kampanye akbar di SUGBK. Karena acara ini yang mengadakannya Hizbut Tahrir, partai politik, saya rasa pola penyajian acaranya sama seperti acara kampanye partai politik yang biasa ada. Orasi-orasi politik mengangkat persoalan rakyat (seperti harga BBM, persoalan pendidikan, persoalan pengelolaan kekayaan negara,dll) disampaikan para petinggi partai. Keresahan dibagi kepada sesama mereka. Kemudian ditunjuklah beberapa hal dan isme yang menjadi biang kerok permasalahan tersebut. Ditunjuklah musuh bersama, yaitu neoliberalisme, neoimperalisme, kapitalisme, demokrasi, dan isme isme lain yang mereka anggap sistem buatan manusia yang kufur. Setelah itu barulah ditawarkan solusi tunggal atas permasalahan tersebut yaitu dengan diterapkannya syariat Islam secara kaffah yaitu dengan menegakkan daulah Khilafah Islamiyah terlebih dahulu.

Propaganda politik yg tadi HTI lakukan kurang lebih sama lah coraknya dengan yang dilakukan (ambil contoh) dengan propaganda para tim capres-cawaprespada pilpres tahun lalu yaitu dengan pola pertama-tama berbagi keresahan (melambungnya harga sembako, kemiskinan yg semakin merajalela, BBM mahal, kualitas, pendidikan buruk). Lalu ditunjuklah biang kerok permasalahan tersebut. Kalau Prabowo-Hatta bilang itu adalah karena APBN kita bocor di mana-mana karena pengelolaan SDA yang tidak mandiri, sedangkan Jokowi-JK bilang itu adalah karena kualitas SDM kita yang masih kurang baik sehingga mentalnya harus direvolusi. Setelah biang kerok ditunjuk, ditawarkanlah solusi, yaitu dengan memilih mereka masing-masing sebagai presiden dan wakil presiden. Saya tidak ingin menilai kontennya, apakah si ini lebih baik atau si itu lebih baik. Saya hanya tertarik melihat teknik propagandanya saja, sebagai mahasiswa yg skripsinya membahas tentang teknik propaganda hehe.. Yang jelas, di sini saya melihat banyak kesamaan HTI sebagai parpol dengan parpol yg lainnya, dan tentu saja juga banyak perbedaannya seperti misalnya mereka berjuang tidak melalui parlemen melainkan konsisten dengan jalan dakwah, atau hal lainnya yang akhirnya menjadi ciri khas mereka (contoh: ideologinya).
rpahti

Ada yang menarik sewaktu barisan pawai melewati depan gedung DPRD Jabar (kesanaan sedikit). Nah di sana ada banyak polisi yang berbarikade. Saya kira tadi memang lagi ada demonstrasi dari elemen lain kepada DPRD. Polisi berbarikade mengahalang-halangi mereka, dan panitia RPA-pun menyuruh peserta pawai untuk berjalan cepat melewati kerumunan masa tersebut. Karena disuruh berjalan cepat, saya hanya sekilas melihat mereka. Terlihat di sana bendera hijau NU, dan m lain yg saya ga tau itu bendera apa. Para (terduga) demonstran tersebut pun membentangkan spanduk yang tulisannya kurang lebih begini “Jangan Usik Pancasila dan NKRI!” wkwkwkwk ternyata polisi pada barikade buat nutupin spanduk itu biar ga keliatan sama peserta pawai HTI, dan memang itu efektif. Sayang ga kefoto euy, baru ngeh beberapa ratus meter setelahnya. Adapun foto ini diambil pas jalan pulang, pas udah sepi. Yang jelas, ada aksi ada reaksi. Yang satu melempar wacana, yang lain juga melempar wacana. Ada semacam perang wacana di sini. Pada akhirnya kita akan melihat wacana siapa yang akan mendominasi dan menang.

Update: Ternyata yg serukan jangan usik Pancasila dan NKRI itu dari Pagar Nusa NU http://jabar.tribunnews.com/2015/05/14/pagar-nusa-nu-serukan-nkri-harga-mati-di-tengah-rapat-akbar-hti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s